Desa  

Jembatan Banjarsari Sudah Mulus, Tumpukan Sampah dan Genangan Air pun Sirna

Pati || jursidnusantara.com Masyarakat yang sering melintas di jembatan desa Banjarsari kecamatan Gabus kabupaten  Pati sekarang sudah lega, jembatan yang sering dikeluhkan olehnya sudah mulus dan bisa digunakan sebelum tahun baru 2025. Tumpukan sampah / sangkrah yang dituding sebagai salah satu penyebab banjir dan genangan air di sekitar jembatan sirna oleh jembatan yang diselesaikan oleh DPUTR Kabupaten Pati. (30/12/24)

Jembatan Banjarsari sebelum dibangun Januari 2023

Setahun lalu jembatan tersebut yang sudah usang banyak dikeluhkan oleh masyarakat sekitar, diantaranya oleh Bima Agus yang tinggal di desa Mintobasuki. Bima Agus yang setiap hari melewati jembatan Banjarsari karena tempat tinggalnya di timur desa tersebut, setiap keluar rumah dihadapkan dengan genangan air sekitar jembatan tersebut di musim penghujan. Bima Agus yang juga ketua LSM MPK (Masyarakat Peduli Keadilan) memberikan aspirasinya, sebagaimana dimuat di media ini dengan judul, “Ketua LSM MPK Angkat Bicara Terkait Jalan Banjarsari – yang Selalu Tergenang”

Saluran air lancar setelah jembatan Banjarsari dibangun, 30 12 2024

“Selain jalan, jembatannya di jalur itu juga sudah tidak layak, sehingga harus direhab ulang,” demikian ucap Bima kala itu(10/03/24). Kini dia dan masyarakat lainya sudah bisa merasakan jembatan mulus dan jalan bebas genangan air. Ditemui awak media dirinya mengaku senang dan berterima kasih kepada DPUTR kabupaten Pati dan pihak terkait atas realisasi perbaikan jembatan tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati melalui bidang Bina Marga telah menyelesaikan pekerjaan penggantian Jembatan desa Banjarsari di Kecamatan Gabus. Jembatan yang menghubungkan kecamatan Gabus dengan Kecamatan Jakenan tersebut awalnya disinyalir menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir yang setiap tahun menggenang. Sebab tiang penyangga jembatan dan sempitnya kolong jembatan seringkali menghambat laju air ketika musim hujan tiba. Ditambah, menumpuknya sampah disinyalir menjadi penyebab tumpahan air sampai ke jalan tersebut.

Plt Kepala DPUTR Pati Riyoso melalui Kabid Bina Marga, Hasto Utomo menuturkan, perbaikan jembatan tersebut dikarenakan pilar jembatan yang bisa menghambat aliran air ketika musim hujan, dan juga sempitnya kolong jembatan akibatnya sampah yang mengalir tersangkut di pilar jembatan dan mengganggu arus air di bawahnya.

Untuk itu sebagai langkah antisipasi agar air tidak meluap alias banjir atas usulan desa setempat yang bermula dari keluhan masyarakat dan juga LSM, DPUTR kemudian melakukan perbaikan jembatan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penggunanya. “Jadi diharapkan dengan adanya perbaikan jembatan di Banjarsari itu bisa mengurangi resiko banjir saat musim hujan,” kata Hasto.

Disamping itu, perbaikan dengan diperlebar 6 meter yang awalnya 4 meter ini juga diharapkan dapat memperlancar aliran air dibawah jembatan. Sebab dasar sungai dibawah jembatan yang sudah mulai dangkal, juga dilakukan pengerukan, dan ketinggian jembatan juga ditambah sehingga dengan adanya perbaikan ini bisa mengurangi resiko banjir yang selama ini terjadi di wilayah tersebut. Manfaat lainnya, jalan yang awalnya berbelok curam sekarang sudah menjadi lurus sehingga arus lalu lintas juga lebih lancar.

Jembatan di anak sungai Silugonggo tersebut sekarang sudah bisa difungsikan sesuai perencanaan, proyek yang digarap oleh CV Hokage itu  selesai dalam waktu 135 hari sejak dimulai per tanggal 1 Agustus 2023, dengan pagu anggaran Rp 1.800.113.000 yang bersumber dari Anggara Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati tahun 2024.

/Adv.

Terkait : https://jursidnusantara.com/2023/03/10/ketua-lsm-mpk-angkat-bicara-terkait-jalan-banjarsari-mintobasuki-yang-selalu-tergenang/3362/

error: Content is protected !!