Gabungan LSM ,Wartawan dan Advokat Menyatakan Kekecewaan Terhadap Putusan PN Pati.

Pati, JSN || Eksaminasi publik didampingi sekelompok aktifis kepada Pengadilan Negeri ( PN ) Pati. Putusan PN Pati terhadap kasus yang menimpa Sukesi janda sebatang kara warga desa/ kecamatan Trangkil , dirasa janggal dan tidak berkeadilan.

Beberapa aktivis saat audensi

Hal tersebut dilakukan untuk mendorong para hakim/jaksa agar membuat putusan/dakwaan dengan pertimbangan yang baik dan professional. ( 27/10/22)

Dengan didampingi puluhan awak media yang tergabung di IPIP ( Insan Pers Independen Pati ),wartawan SCTV dan wartawan media nasional lainya, Karyanto, SH sebagai Advokat dan Bima Agus Murwanto,SH,MH , Wiji Sugeng Purwanto,SH aktivis dari LSM MPK dan LBH Bima Sakti , Sukesi mendatangi PN Pati. Kedatangannya guna eksaminasi publik dan juga menyatakan kekecewaan terhadap putusan yang mengeksekusi lelang terhadap rumah dan tanahnya .

Sukesi yang mengaku berawal dari hutang pakaian kepada Sanipah yang tak seberapa nilainya kini terancam kehilangan rumah tanahnya, senilai 80 juta Rupiah. Sukesi datang ditemani Kepala desanya Sureni nampak lelah dengan hukum dirasa tidak adil yang menimpanya di negeri ini.

Read  Pulang dari Perantauan, Tersangka Pengeroyokan di Sukolilo Dicokok Polisi

Dengan didampingi para aktivis yang dengan sukarela menyumbangkan tenaga,pikiran, waktu bahkan materi tak kenal lelah terus membela yang lemah.
Sukesi selain itu juga sudah menempuh jalur hukum pidana dengan melaporkan Sanipah ke Kepolisian dengan dugaan Penipuan.

Dalam Eksaminasi pihak PN mewakilkan Humas Untuk menerima para pencari keadilan.
Humas PN Kelas 1A Pati Aris Dwi Hartoyo,SH menanyakan, sebenarnya apa yang hendak di bahas, karena perkara itu sudah putusan Hakim, yang memiliki kekuatan hukum tetap dan tidak bisa dibatalkan.

Read  31 Kendaraan Yang Akan Lakukan Aksi Balap Liar Terjaring Razia Polres Kudus

“Eksaminasi Publik itu, serasa membingungkan, karena apa yang mau dipertanyakan atau apa yang mau dibahas. Karena itu sudah putusan Hakim,” keluhnya.

Lantaran, putusan Hakim yang sudah berkekuatan hukum tetap (Ingkrah) No.06/Pdt.G.S/2020/PN.Pti yang menimpa Sukesi itu, dan menurut amatan para aktivis disinyalir banyak kejanggalan.

“Dimana menurut kami, putusan itu sangat jauh dari rasa keadilan, serta mengesampingkan tentang pembuktian Formil, walaupun kami tahu tidak ada kewenangan kami untuk menguji pada putusan tersebut, apalagi membatalkannya,” hal itu diungkapkan Selamet Widodo, SH yang biasa di sapa Om Bob.

Banyak aspek-aspek pembuktian formil yang diduga sudah dikesampingkan, dan para aktivis meyakini bahwa Sukesi mulai dari awal bukanya persidangan hingga putusan tidak mampu memberikan argumen atau sanggahan yang ditujukan kepadanya.

Read  Alfamart Batangan Kebobolan Maling, Pelaku Bobol Tembok.

“Saya yakin, waktu sidang Sukesi tidak pernah menceritakan atau memberikan sanggahan-sanggahannya. Karena Sukesi tidak cakap baca dan tulis atau Awam Hukum,” lanjut Om Bob aktivis yang juga pembina IPIP.

Apalagi Sukesi tidak didampingi Pendamping Hukum (PH), jadi ini yang dijadikan dugaan kesempatan dari PH penggugat, untuk memberikan dugaan data-data formil yang jauh dari kenyataan atau kebenarannya.

“Anehnya. Hakim sendiri mungkin terlalu begitu percaya dengan PH penggugat, apa karena PH penggugat kantornya bersebalahan dengan pengadilan atau bagaimana,” tanyanya.

(Tim)

error: Content is protected !!