Ngeri.!! Aksi Penusukan Secara Brutal di Kudus Serang Adik dan Kakak

KUDUS – jursidnusantara.com Aksi penusukan yang terjadi di Kelurahan Wergu Wetan RT 03 RW 01, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus pada Minggu malam, 14 September 2025. Dua bersaudara Dimas (29) adik dan David (39) kakak. Keduanya menjadi korban tragedi penusukan tersebut.

Aksi yang terjadi begitu cepat dan brutal itu meninggalkan jejak darah, teriakan panik, serta potongan jempol manusia di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kondisi dilokasi cukup mengenaskan.

Kronologi kejadian sekira pukul 18.30 WIB, Dimas yang sedang bersantai di samping rumahnya di tepi jalan saat seorang pria tiba-tiba mendekat. Tanpa bicara, pelaku langsung menusukkan senjata tajam berulang kali ke korban.

Jeritan Dimas memecah kesunyian, membuat warga sekitar terkejut dan ketakutan. Mendengar adiknya diserang David (37), sang kakak, sontak berlari keluar dari dapur setelah mendengar suara gaduh. Namun, bukannya berhasil menyelamatkan adik, Dimas malah ikut jadi korban penusukan.

Kondisi dilokasi cukup mengenaskan, bahkan ditemukan potongan jempol manusia di TKP. Suasana di lokasi berubah mencekam. Warga yang hendak menolong sempat mundur karena takut jadi sasaran.

Darah berceceran di jalanan. Petugas kepolisian yang datang bahkan menemukan potongan jempol manusia.

DV yang terluka parah sempat berlari ke rumah tetangga untuk meminta pertolongan. Warga yang memberanikan diri akhirnya mengevakuasi kedua korban ke RS Aisyiyah Kudus untuk mendapatkan perawatan medis.

Tidak berselang lama, jajaran Polres Kudus memasang garis polisi di sekitar TKP. Kapolsek Kudus Kota AKP Subkkan bersama Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Danail Arifin memimpin langsung olah TKP dan penyelidikan.

Polisi mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi, dan memburu pelaku yang kabur.

Hingga minggu malam, jajaran Polees Kudus masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hingga berita ini diturunkan, motif penyerangan belum terungkap. Ada dugaan kuat masalah pribadi, tapi aparat masih enggan berspekulasi.

“Kami fokus pada penanganan korban dan pengejaran pelaku. Mohon do’a dan kerja sama masyarakat,” ujarnya.

Publik berharap kasus ini segera terungkap tuntas dan pelaku menerima hukuman yang setimpal atas perbuatan yang dilakukan.

(El-M@n)

error: Content is protected !!