Kontingen Kudus Catat Sejarah Juara Umum ke-10 Dalam Porsema NU XIII Jawa Tengah 2025

Oplus_131072

KUDUS – jursidnusantara.com Kontingen Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kudus resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Tahun 2025.

Penetapan ini diumumkan secara resmi melalui Surat Keputusan Panitia Penyelenggara Porsema XIII Nomor: 137/PJ.W.11/IX/2025 pada penutupan acara yang digelar di Gedung Sasana Adipura Kencana, Wonosobo, Sabtu pagi, 13 September 2025.

Keputusan panitia menyebutkan bahwa Kudus berhasil unggul atas kontingen lain dalam perolehan medali, baik di cabang olahraga maupun seni. Sejak hari pertama perlombaan, kontingen Kudus mampu mempertahankan konsistensi hingga babak akhir, menjadikan posisinya tidak tergoyahkan. Hasil ini membuktikan Kudus mempertahankan tradisi juara umum yang ke-10.

Dengan capaian tersebut, Kudus kembali membuktikan diri sebagai kontingen terkuat sekaligus langganan juara umum di ajang bergengsi tingkat LP Ma’arif NU Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut, Piala Juara Umum Porsema XIII 2025 diserahkan langsung oleh Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, M.S.I., didampingi jajaran pengurus.

Prosesi penyerahan berlangsung khidmat dan disaksikan ribuan peserta, panitia, dan tamu undangan yang memadati gedung. Hadir pula Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo Edi Rohani, Ketua Panitia Porsema XIII Supriyono, M.Pd., serta para ketua LP Ma’arif NU Kabupaten/Kota peserta Porsema XIII.

Dalam sambutannya, Fakhruddin Karmani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kudus atas keberhasilan mempertahankan tradisi juara.

“Porsema bukan hanya soal prestasi, tetapi juga sportivitas, kebersamaan, dan kreativitas. Kami bangga dengan seluruh kontingen yang tampil luar biasa. Selamat untuk Kudus, selamat juga untuk Jepara dan Banyumas yang turut menorehkan prestasi membanggakan,” ujarnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Panitia, LP Ma’arif PCNU Kudus berhasil mengumpulkan 18 medali emas, 16 perak, dan 5 perunggu dengan total 39 medali. Posisi kedua ditempati kontingen LP Ma’arif NU PCNU Jepara yang meraih 18 emas, 14 perak, dan 13 perunggu dengan total 45 medali. Sementara posisi ketiga diduduki kontingen LP Ma’arif NU PCNU Banyumas dengan raihan 10 emas, 5 perak, dan 7 perunggu dengan total 22 medali.

Meski secara jumlah keseluruhan Jepara meraih medali lebih banyak, keputusan panitia menetapkan Kudus sebagai juara umum melalui sistem perhitungan yang berlaku.

Kemenangan ini semakin mempertegas dominasi Kudus di ajang Porsema. Dengan gelar yang diraih tahun ini, Kudus tercatat telah 10 kali menyandang predikat juara umum dalam sejarah penyelenggaraan Porsema, menjadikannya sebagai salah satu kontingen paling disegani di Jawa Tengah.

Dengan ditutupnya Porsema XIII di Wonosobo, rangkaian kegiatan olahraga dan seni ini kembali menegaskan bahwa pendidikan Ma’arif NU tidak hanya berorientasi pada akademik, melainkan juga pembinaan bakat, mental, dan karakter generasi muda.

Kudus pun pulang dengan kebanggaan besar, mengukuhkan diri sebagai kontingen juara umum yang berhasil menorehkan sejarah ke-10 kalinya di Porsema Jawa Tengah tahun 2025.

Pimpinan Kontingen Persema Kudus Miftah Baedlowi menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut.

Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja keras para atlet, melainkan juga dukungan penuh dari warga Kudus, keluarga besar NU, serta para pelatih dan ofisialnya yang terus memberikan motivasi.

“Dalam perjalanan, kami tidak menggebu-gebu sejak awal. Pertahanan, evaluasi, dan konsistensi menjadi kunci. Alhamdulillah, meski cuaca di Wonosobo cukup ekstrem dengan hujan dan dingin, para atlet tidak patah semangat hingga akhirnya berhasil meraih target juara umum,” jelasnya.

Miftah menambahkan bahwa hasil ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Santri.

“Kemenangan ini menjadi hadiah bagi keluarga besar santri, sekaligus bukti komitmen Porsema Kudus dalam menjaga tradisi prestasi,” imbuhnya.

Dalam ajang tersebut, Kontingen Porsema Kudus 2025 berhasil mengumpulkan medali terbanyak.

Cabang pencak silat menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak, di samping cabang seni yang juga mendominasi.

“Alhamdulillah, Porsema Kudus mampu mempertahankan tradisi juara umum untuk ke-10 kalinya dengan total raihan 18 emas, 16 perak, dan 5 perunggu. Ini kemenangan untuk Kudus dan seluruh keluarga besar NU,” pungkasnya.

(Elm@n)

error: Content is protected !!