Puncak Harlah PKB ke-28, Cak Imin Pastikan Presiden Hadir Sekaligus Pidato Politik

Oplus_131072

JAKARTA – jursidnusantara.com Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28. Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memastikan Presiden Prabowo Subianto akan hadir dan berpidato politik.

Acara tersebut bakal digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada Kamis, 23 Juli 2026malam.

Ketum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan, bahwa Presiden Prabowo Subianto akan hadir langsung dalam acara puncak peringatan Harlah PKB yang ke-28 di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026 malam.

“Ya, saya tadi ketemu Pak Presiden, insyaallah besok (hari ini) Presiden hadir,” kata Cak Imin pada Rabu (22/7/2026) malam.

Cak Imin juga menegaskan, kehadiran Presiden Prabowo Subianto tak sekadar hadir, beliau juga dijadwalkan akan memberikan pidato politiknya dihadapan ribuan kader PKB.

“Iya pasti beliau akan berpidato pasti hadir,” jawab Cak Imin singkat.

Lebih lanjut Cak Imin menambahkan, bahwa puncak acara perayaan tersebut juga akan dihadiri oleh seluruh pimpinan partai politik sahabat untuk mempererat silaturrahim.

Sebelumnya sekretaris panitia Harlah PKB Rivqy Abdul Halim mengatakan, memang menempatkan kehadiran Presiden Prabowo Subianto sebagai agenda utama, selain Presiden pimpinan partai politik sahabat juga dijadwalkan hadir untuk mempererat silaturahim politik.

“Acara puncaknya akan dilaksanakan pada Kamis 23 Juli 2026 malam. Akan dihadiri Presiden Republik Indonesia beserta seluruh pimpinan partai politik sahabat,” kata Rivqy.

Menjelang puncak peringatan Harlah, PKB lebih dulu melantik para Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB dari seluruh Indonesia di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam.

Ketua DPP PKB, Faisol Reza, mengatakan pemilihan Kota Tua sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai historis sebagai simbol perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan.

“Di lokasi ini pernah terjadi pertempuran bersejarah saat pasukan Sultan Agung dari Jogjakarta berbulan-bulan mengepung markas VOC untuk mengusir para penjajah. Meskipun penyerbuan itu gagal, namun memberikan pesan kepada dunia internasional bahwa perjuangan meraih kemerdekaan terus berlanjut,” ujar Faisol.

Faisol menegaskan, saat ini Indonesia membutuhkan persatuan dan kebersamaan antaranak bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Menurutnya ketidakpastian situasi internasional, perlambatan ekonomi dunia, hingga dampak konflik di Timur Tengah menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama.

(Elm@n)

error: Content is protected !!