GROBOGAN jursidnusantara.com – Kepolisian melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) terhadap Purnomo (54), warga Desa Bedani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jumat (12/6/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang sebelumnya ditemukan tergeletak dengan sejumlah luka di tepi Jalan Raya Tanggungharjo–Brabo.
Kapolsek Tanggungharjo, AKP Duddy Lukman Prabowo, mengatakan ekshumasi dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB di pemakaman Desa Bedani oleh Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah.
“Ekshumasi dilaksanakan hari ini mulai pukul 08.00 WIB di makam Desa Bedani, Kecamatan Tegowanu, oleh Tim Dokkes Polda Jateng,” ujar Duddy.
Dalam proses tersebut, sejumlah unsur kepolisian turut dilibatkan, mulai dari Dokkes Polda Jateng, Dokkes Polres Grobogan, penyidik, hingga personel pengamanan dari Polsek Tegowanu dan Polsek Tanggungharjo.
Menurut Duddy, pembongkaran makam dilakukan atas permintaan keluarga korban yang ingin mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya Purnomo.
“Ekshumasi dilakukan atas permintaan keluarga korban untuk mengetahui apa penyebab kematian korban,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan forensik dari proses ekshumasi diperkirakan baru akan diketahui sekitar satu minggu ke depan dan akan menjadi bahan penting dalam proses penyelidikan.
“Hasil ekshumasi kurang lebih satu minggu dan akan digunakan untuk penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Ditemukan Terluka di Pinggir Jalan
Sebelumnya, Purnomo ditemukan tergeletak di tepi Jalan Raya Tanggungharjo–Brabo, tepatnya di wilayah Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, dengan sejumlah luka pada tubuhnya.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU selama enam hari. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin (8/6/2026) malam.
“Dirawat di ICU selama enam hari, kemudian meninggal dunia. Korban meninggal pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 20.55 WIB,” kata Kanit Reskrim Polsek Tanggungharjo, Bripka Dwiyanto.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab luka yang dialami korban serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan Purnomo ditemukan dalam kondisi kritis di pinggir jalan. Hasil ekshumasi diharapkan dapat memberikan titik terang terhadap kasus tersebut.
(Pujiono)












