PATI- jursidnusantara.com Pengentasan masalah pengangguran masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk bisa mengentaskan. Pasalnya, angka pengangguran terbuka di Pati masih tergolong tinggi. Kondisi ini dibarengi dengan tingginya jumlah pencari kerja setiap tahunnya.
Beruntung, masuknya beberapa investor asing di Bumi Mina Tani seperti PT Seijin di Margorejo dan PT Hwaseung Indonesia di Batangan, serta masuknya PT Djarum membawa angin segar bagi masyarakat khususnya para pencari kerja.
Berdasarkan informasi dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pati, tercatat saat ini ketiga pabrik raksasa tersebut membutuhkan setidaknya sebanyak 10.800 tenaga kerja baru.
Hal ini lantas mendapat apresiasi dari anggota Komisi C DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Pati Suyono. Menurutnya, ini adalah langkah yang bagus dalam pengurangan angka pengangguran.
“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang tinggi harus bisa ditekan, dan ini sangat bagus jika ada lowongan sebanyak itu,” jelasnya.
Politisi dari PDI Perjuangan ini juga meminta agar Pemkab terus bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan ataupun membuka keran investor. Menurut pria asal Kayen ini, pengurangan angka pengangguran harus dibarengi dengan kerjasama dengan pihak swasta.
“Dimohon kepada Pemkab Pati untuk mendukung usaha kecil. Serta mengelola sumber daya yang ada dan membentuk pola kemitraan antara Pemkab dengan sektor swasta untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” tutup Suyono.
*Adve












