Lapas Pati Panen Jagung 85 Kilogram! Warga Binaan Didorong Mandiri dan Produktif

 

PATI // 2026/5/30 // jursidnusantara.com — Di balik tembok lembaga pemasyarakatan, semangat kemandirian dan produktivitas terus tumbuh. Lapas Kelas IIB Pati kembali menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui kegiatan pertanian produktif dengan menggelar panen jagung di lahan SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi), Jumat (30/5/2026).

Kegiatan panen tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sekaligus bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Suasana penuh semangat tampak mewarnai proses panen yang diikuti oleh Kasi Binadik dan Giatja, jajaran pejabat struktural, staf kegiatan kerja, serta dua orang warga binaan yang terlibat langsung dalam proses pemanenan jagung di lahan produktif milik Lapas Pati.

Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan kerja yang dapat menjadi modal hidup saat kembali ke tengah masyarakat.

Dari hasil panen tersebut, Lapas Kelas IIB Pati berhasil memperoleh jagung sebanyak 85 kilogram. Hasil panen itu kemudian dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan makanan (bama) di dapur lapas.

Kasi Binadik dan Giatja Lapas Kelas IIB Pati, Wahyu Kusriyono Qorim, mengatakan bahwa program pertanian di lahan SAE merupakan bentuk pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada edukasi, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata.

“Melalui pemanfaatan lahan SAE, kami berupaya memberikan pembinaan keterampilan yang produktif kepada warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Hasil panen yang diperoleh tidak hanya menjadi sarana edukasi dan pembinaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan dapur lapas,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, program serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari implementasi program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan ini pun menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga membangun mental, keterampilan, dan semangat produktif warga binaan agar siap kembali menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat.

(Redaksi)

error: Content is protected !!