Berita  

GP Ansor Kota Kudus Bekali Kadernya Dengan Perluas Wawasan Pendidikan Politik “Jipolan”

KUDUS – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Kudus, mengadakan Ngaji Politik dan Anggaran (Jipolan) yang digelar perdana pada Senin, 27 Mei 2024 malam.

Kegiatan Jipolan yang diselenggarakan oleh GP Ansor Kota Kudus bertempat di Aula Pertemuan Hotel Poroliman, Barongan Kudus. Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah mindset negatif para kader terhadap sistem politik.

Ketua PAC GP Ansor Kudus Irvan Hussein mengatakan, kegiatan Ngaji dan Politik Anggaran ini nantinya berbentuk dialog interaktif.  Pertemuan akan dilaksanakan sebanyak lima kali 5 dengan menghadirkan para nara sumber yang kompeten di bidangnya.

Dirinya menyebut, alasan digelarnya kegiatan ini bermula dari Sebagian kader Ansor yang masih berpendapat bahwa politik itu kotor dan harus dijauhi. Sehingga anggapan seperti itu membuat kader kita sangat apatis, apriori (benci), dan alergi dengan politik serta segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

”Kegiatan ini bertujuan untuk Mengubah Mindset negatif Kader Ansor terhadap Politik, memberikan wawasan dalam Politik dan Anggaran, Memberikan pedoman aturan dan etika berpolitik, Memotivasi Kader Ansor untuk aktif mengawal pelaksanaan anggaran pemerintah di tiap tingkatan,” katanya.

Berkaca dari kasus yang sudah-sudah banyak Ansor yang hanya di manfaatkan sejumlah elit politik yang mengaku mereka itu NU, memperjuangkan NU, tapi ketika jadi mereka dilupakan, kami tidak ingin seperti ini lagi.

“Kami tidak ingin Ansor dipermainkan dalam kontestasi politik nantinya,” terangnya.

Untuk peserta kegiatan, ditujukan untuk Generasi Muda NU di wilayah Kecamatan Kota dan sekitarnya. Utamanya adalah para kader Ansor. Panitia tidak membatasi jumlah peserta agar pelatihan awal ini bisa lebih berlangsung dengan lebih terbuka bagi siapa saja.

”Panitia tidak membatasi jumlah peserta agar pelatihan awal ini bisa berlangsung dengan lebih terbuka bagi siapa saja,” imbuhnya.

Irvan menambahkan, NU merupakan organisasi jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yaitu bentuk organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Jadi, kiprah para kader Ansor dan NU secara umum, dalam percaturan politik dari dulu hingga sekarang dibutuhkan masyarakat dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan, meneguhkan NKRI.

Sementara itu, Mawahib Afkar, Pengurus GP Ansor Jawa Tengah (Jateng) mengapresiasi kegiatan tersebut untuk memberikan wawasan para kader supaya berpandangan luas.

”Para generasi sekarang atau dalam hal ini kader Ansor diharapkan melek politik sehingga bisa memberikan politik yang santun, merangkul, damai, dan ini pembelajaran untuk semua, karena basic organisasi akan melahirkan sebuah mahakarya terkait bagian dari Civil Society, diantaranya lewat organisasi kepemudaan dan komponennya,” ungkapnya.

 

(Elm@n)