Aktivis Kudus AGA dan ARB Audiensi Dengan Bupati Kudus Bahas Beberapa Issue Kekinian

KUDUS – jursidnusantara.com Para aktivis yang tergabung dalam Aktivis Grup Arwani (AGA) dan Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Kudus mengajak audiensi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang akan membahas berbagai poin-poin yang pandang cukup strategis pada saat ini.

Pertemuan tersebut dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB, yang bertempat di Pringgitan Kabupaten Kudus pada Kamis, 7 Mei 2026.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang di dampingi oleh Asisten Setda Kabupaten Kudus Adi Sadono, Kepala Badan Kesbangpol Andreas Wahyu Adi Setiawan dan Kabag Kesra Bintoro.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut hangat kedatangan peserta audiensi yang tergabung dalam Aliansi AGA dan ARB.

Dalam pertemuan tersebut, Arwani, SH., MH., selaku koordinator perwakilan dari AGA dan ARB menyampaikan beberapa permasalahan yang sedang diresahkan oleh masyarakat Kabupaten Kudus

“Ada beberapa poin atau materi yang perlu kami sampaikan langsung kepada Bupati Kudus,” ujar Arwani pada Kamis sore, 7 Mei 2026.

Agenda audiensi pada hari ini ada beberapa pokok pikiran yang harus dijalankan antara lain;

1. Usulan untuk ritual ruwatan agung di Alun-Alun Simpang 7 Kudus pada akhir Mei 2026 dengan Tujuan: Sebagai ritual tolak bala, memohon keselamatan, dan mengembalikan keseimbangan spiritual serta sosial masyarakat di tengah ketidakpastian.Waktu: Akhir Mei 2026.Usulan: Melibatkan tokoh adat, kesenian lokal, dan masyarakat umum untuk memperkuat budaya gotong royong.

2. Respons Sosial-Ekonomi Dampak Situasi Global 2026 Konteks: Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun “peringatan global” (warning global) dengan tantangan ekonomi, inflasi, dan perlambatan investasi yang berpotensi berdampak pada daya beli masyarakat.Usulan:Penguatan UMKM lokal melalui digitalisasi dan kemudahan akses permodalan.Optimalisasi belanja pemerintah daerah untuk stimulus ekonomi.Program jaring pengaman sosial untuk warga terdampak.

3. Pendidikan Berbasis Akhlaqul Karimah dengan tujuan: Membentuk generasi berkarakter, beriman, dan berilmu di era digital.Usulan:Integrasi kurikulum akhlakul karimah (jujur, santun, disiplin) di sekolah formal dan non-formal.Peningkatan peran teladan dari pendidik (guru/ustadz).Penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal.

4. Penguatan Tradisi Gotong Royong / Kerigan dengan menghidupkan kembali “Kerigan” (gotong royong khas Jawa Tengah) untuk membersihkan lingkungan atau pembangunan fasilitas umum secara sukarela.Usulan: Penjadwalan rutin kerja bakti antar warga untuk mempererat silaturahmi dan mendukung program pembangunan desa (seperti gerakan Indonesia Asri) dan yang terakhir.

5. Semangat Bertani Mandiri (Antisipasi Krisis Pangan 2026)Konteks: Krisis pangan global memerlukan antisipasi mandiri.Usulan:Gerakan memanfaatkan pekarangan rumah untuk pertanian (urban farming).Pendampingan bertani mandiri untuk pangan pokok (tanaman cepat panen).Penguatan kelompok tani lokal untuk menjamin stok pangan tingkat desa.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, aktivis atau LSM adalah lembaga yang berfungsi kontrol masyarakat kepada Kabupaten Kudus yang dapat menjadi masukan yang konstruktif demi kebaikan dan kemajuan daerah dan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada..

“Untuk permasalahan yang telah disampaikan tentunya perlu kami komunikasikan dengan OPD yang terkait, dan akan segera kami tindak lanjuti , jadi mohon segera laporkan datanya baik tertulis atau tidak, kami akan menginvestigasi sendiri, asal data ada dan valid. Ini adalah momen untuk memperbaiki Kabupaten Kudus,” katanya.

Bupati juga menegaskan, bahwa dirinya punya komitmen bagaimana mewujudkan yang kalian sampaikan menuju Kudus yang adil dan makmur, gemah Ripah loh jinawi. Semuanya akan kami dengar, terutama masukan yang sifatnya prioritas akan wajib kami segera tindak lanjuti.

(Elm@n)

error: Content is protected !!