DPRD Pati Soroti Minimnya Regenerasi Kepala Sekolah Akibat Keterbatasan Anggaran

PATI , jursidnusantara.com – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Narso, menyoroti persoalan minimnya regenerasi kepala sekolah di Kabupaten Pati. Menurutnya, keterbatasan anggaran untuk menyiapkan Calon Kepala Sekolah (CKS) menjadi salah satu penyebab banyaknya jabatan kepala sekolah yang diisi pelaksana tugas (PLT).

Hal tersebut disampaikan Narso saat menerima aduan terkait isu pergantian kepala sekolah SD dan SMP di DPRD Kabupaten Pati. “Anggaran untuk menyiapkan CKS itu minim sekali. Kalau anggarannya minim, maka jadinya seperti sekarang. Kita kesulitan mencari calon-calon yang siap menggantikan,” ujar Narso.

Ia menilai persoalan tersebut sebenarnya sudah lama terjadi dan beberapa kali disampaikan dalam forum Badan Anggaran (Banggar). Namun hingga kini belum ada langkah serius dari pihak terkait untuk memperbaiki sistem regenerasi kepala sekolah. “Ini kita semuanya diam. Sudah pernah saya sampaikan di Banggar, tapi tidak ada respons. Efeknya seperti sekarang ini,” tegasnya.

Menurut Narso, kurangnya persiapan calon kepala sekolah membuat pemerintah daerah terpaksa menunjuk PLT untuk mengisi kekosongan jabatan. Bahkan dalam beberapa kasus, jabatan PLT berlangsung cukup lama hingga bertahun-tahun. “Kalau tidak, kita dipaksa untuk menerima PLT. Bahkan lebih dari tiga tahun. Kenapa kita harus menerima PLT? Karena kita tidak menyiapkan dari awal dengan sistem meritokrasi,” jelasnya.

Politisi tersebut menekankan pentingnya penerapan sistem merit dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam menyiapkan calon pemimpin di dunia pendidikan.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mulai mempersiapkan calon pemimpin sejak dini agar regenerasi di sektor pendidikan berjalan baik dan tidak menimbulkan kekosongan jabatan.  “Maka yang saya garis bawahi, kita harus sepakat sesuai dengan hukum. Tapi lebih dari itu, kalau mau menyiapkan jangka panjang, calon-calon pemimpin di semua level harus kita siapkan,” pungkasnya.

DPRD Kabupaten Pati juga mendorong pemerintah daerah agar lebih serius mengalokasikan anggaran dan menyusun sistem pembinaan berkelanjutan guna memastikan ketersediaan kepala sekolah definitif yang berkualitas di masa mendatang.

Adv 05

error: Content is protected !!