PATI juraidnusantara.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Trangkil menggelar Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) se-Kecamatan Trangkil, Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari konsolidasi organisasi tersebut berlangsung meriah dan dihadiri 417 peserta yang mewakili 16 desa dan 58 RW di seluruh Kecamatan Trangkil.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Trangkil, Sudarno, S.SH., M.H., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai jadwal. Ia juga mengapresiasi antusiasme para kader yang hadir sehingga memenuhi ketentuan pelaksanaan musyawarah.
“Sebanyak 417 peserta dari 16 desa dan 58 RW hadir dalam Musran dan Musanran hari ini. Terima kasih atas kebersamaan seluruh kader sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Sudarno.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Teguh Bandang Waluyo, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati.
Sudarno mengaku terharu melihat kekompakan seluruh ketua ranting dan anak ranting yang hadir. Di akhir sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses persiapan maupun pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan.
“Kami sangat terharu atas kehadiran seluruh kader. Apabila ada tutur kata maupun pelayanan yang kurang berkenan, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga Musran dan Musanran ini semakin memperkuat soliditas partai hingga tingkat akar rumput,” ucapnya, yang disambut pekik “Merdeka!” dan “Salam Pancasila!”.
Mewakili Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo mengajak seluruh kader menjaga kekompakan serta memperkuat identitas partai. Menurutnya, kader PDI Perjuangan harus tetap solid dan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Dalam sambutannya, Teguh menegaskan bahwa anggota DPR dari PDI Perjuangan harus mudah dijumpai, mudah dihubungi, dan benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Tugas anggota DPR adalah mengurus kepentingan rakyat. Kalau ada jalan rusak, persoalan BPJS, pelayanan rumah sakit, maupun persoalan lainnya, sampaikan kepada kami. Kami berkewajiban mengawalnya sampai tuntas,” tegas Teguh.
Sebagai Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, ia juga menyoroti sektor pendidikan. Bandang meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila masih ditemukan sekolah negeri yang melakukan pungutan di luar ketentuan.
“Kalau ada sekolah negeri yang masih meminta pembayaran yang tidak sesuai aturan, laporkan kepada saya. Akan kami tindak lanjuti agar pendidikan tetap berpihak kepada masyarakat,” katanya.
Bandang juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan terus menjaga komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi rakyat melalui kebijakan-kebijakan di DPRD Kabupaten Pati. Menurutnya, seluruh kader memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa PDI Perjuangan tetap konsisten membela kepentingan rakyat.
Ia berharap PAC, ranting, dan anak ranting terus bergerak bersama masyarakat serta mempersiapkan organisasi menghadapi agenda politik mendatang dengan memperkuat basis kader hingga tingkat bawah.
Usai penyampaian sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pengurus Ranting serta Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Trangkil. Prosesi berlangsung khidmat sebagai simbol komitmen para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi, memperkuat konsolidasi partai, serta menjaga semangat gotong royong untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan pekik “Merdeka!” dan “Salam Pancasila!”, menandai tekad seluruh kader PDI Perjuangan Kecamatan Trangkil untuk semakin solid dan siap mengabdi kepada masyarakat.












