PATI, Jursidnusantara.com – Perseteruan terkait persoalan kapal di wilayah Juwana kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul berbagai tudingan dan saling serang melalui media sosial.
Dalam sebuah podcast yang dipandu Muri, Suwarti atau yang akrab disapa SWT bersama rekannya, Ani, menyampaikan klarifikasi terkait berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya maupun suaminya.
Dalam perbincangan tersebut, Suwarti menanggapi video TikTok yang dinilai menyudutkan dirinya dan suaminya. Ia menyebut video tersebut menggambarkan seolah-olah suaminya melakukan pencurian terhadap barang di kapal.
Menurut Suwarti, barang yang diambil suaminya merupakan barang milik sendiri dan dilakukan untuk kepentingan pembuktian dalam persoalan hukum yang sedang berlangsung.
“Barang itu milik sendiri dan diambil untuk bukti laporan. Jadi bukan mencuri seperti yang dituduhkan,” ujar Suwarti dalam podcast tersebut.
Ia juga menyoroti narasi yang beredar di media sosial yang menurutnya berubah-ubah dan tidak konsisten. Salah satunya terkait tuduhan penjualan mesin kapal yang disebut dijual kepada seseorang bernama Momo, namun di kesempatan lain disebut dijual ke pihak di Indramayu.
“Awalnya dibilang dijual ke Momo, lalu ada lagi cerita dijual ke orang Indramayu. Jadi mana yang benar?” katanya.
Selain itu, Suwarti juga membantah tuduhan bahwa dirinya melakukan penipuan terkait perbaikan kapal dengan nilai miliaran rupiah.
Menurutnya, dirinya tidak memiliki peran dalam pengelolaan maupun pembiayaan proyek perbaikan kapal tersebut. Ia menyebut pihak yang disebut Momo hanya berperan membantu pembelian kebutuhan dan mengenalkan tenaga kerja perbaikan kapal.
“Semua biaya dari pemilik kapal. Dia hanya membantu belanja kebutuhan karena kenal tukang dan pekerja lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Ani yang mengaku sebagai sahabat dekat Suwarti menyatakan dirinya mengenal sosok Suwarti sebagai pribadi yang baik dan meminta rekannya tetap kuat menghadapi persoalan yang sedang terjadi.
“Saya sebagai teman hanya mendukung agar tetap semangat dan membuktikan kalau memang benar,” ujar Ani.
Dalam podcast tersebut, Suwarti juga mengaku heran mengapa dirinya dilaporkan dalam persoalan yang menurutnya tidak melibatkan dirinya secara langsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak yang disebut dalam podcast tersebut terkait berbagai pernyataan dan tuduhan yang disampaikan.
Jursidnusantara.com tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi dan asas praduga tak bersalah.












