Demo Ricuh, Gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Dibakar Tiga Nyawapun Melayang

Demo Ricuh, Gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Dibakar Tiga Nyawapun Melayang

MAKASSAR, jursidnusantara.com — Gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dibakar dalam unjuk rasa yang berujung ricuh di Makassar. Puluhan kendaraan ikut terbakar. Tiga orang tewas dalam peristiwa ini. Penjarahan juga terjadi dalam peristiwa ini.

Selain pembakaran gedung DPRD, dua pos polisi juga dirusak dan dibakar massa. Aksi di Makassar, Sulawesi Selatan, membuat sebagian kota ini lumpuh hingga Sabtu (30/8/2025).

Berdasarkan keterangan dari Ketua DPRD Makassar Supratman, ada tiga korban tewas dalam peristiwa ini. Sembilan lainnya dirawat di rumah sakit, termasuk sebagian yang kritis. Tiga korban tewas adalah M Akbar Basri (fotografer/anggota humas DPRD Kota Makassar), Sarinawati (anggota dewan), dan Syaiful (Kasi Kesra Kantor Kecamatan Ujung Tanah).

Tiga orang tewas karena ada yang melompat dari lantai empat dan terjebak asap dan api. Dua dari tiga korban adalah fotografer. Satu korban lainnya adalah seorang ajudan anggota DPRD Makassar. Ketiga korban tewas ditemukan saat api mulai padam

”Kami sangat berduka sekaligus menyesalkan kejadian ini. Kami tidak tahu apa masalahnya tiba-tiba diserang dan gedung dibakar, bahkan sampai ada korban jiwa. Gedung ini rumah rakyat. Kami juga ada di dalam dan sedang melaksanakan rapat paripurna,” katanya.

Data sementara yang dikumpulkan staf dan sekretariat DPRD Kota Makassar, setidaknya 68 kendaraan roda empat hangus terbakar dalam peristiwa ini. Selain itu, ada 12 kendaraan roda dua yang dijarah dan dibawa massa.
Baca JugaGedung DPRD Kota Makassar Membara, Sejumlah Kendaraan Terbakar

”Saya melihat peristiwa ini dilakukan terstruktur karena dilengkapi bom molotov untuk membakar. Massa juga menjarah,” kata Supratman.

Dia mengatakan, saat peristiwa pembakaran terjadi, di dalam gedung sedang berlangsung rapat paripurna untuk membahas perubahan anggaran. Pada Jumat malam, jadwalnya adalah mendengarkan penjelasan Pemerintah Kota Makassar. Sedianya Sabtu (30/8/2025) adalah jadwal mendengar pandangan fraksi dan pada Rabu (3/9/2025), menurut rencana, mengetuk palu.

Hal ini pula di antaranya yang menyebabkan jatuh korban dan banyak kendaraan yang dibakar. Dalam rapat ini, hadir Wali Kota Makassar, Wakil Wali Kota Makassar, pejabat, dan semua camat. Dalam kondisi api yang mulai membakar, semua peserta dievakuasi melalui pintu belakang.

”Saya sangat terpukul dan merasa sangat kehilangan. Saya tidak bisa mengikuti rapat dan mengurus kasi saya untuk mewakili. Ternyata dia jadi korban dan meninggal,” kata Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi.

Seusai membakar gedung DPRD Kota Makassar, massa bergerak ke Gedung DPRD Sulawesi Selatan. Awalnya, massa membakar pos polisi tak jauh dari gedung ini. Selanjutnya meringsek ke gedung DPRD Sulsel.

Tentara yang menjaga di depan gedung tak kuasa menghalau massa yang jumlahnya sangat banyak. Sebagian membawa kayu, balok, dan batang besi.
Kompas/Reny Sri Ayu Arman
Pasukan TNI berjaga di depan Gedung DPRD Sulawesi Selatan, Sabtu (30/8/2025) dini hari. Serbuan massa ke gedung ini hingga melakukan pembakaran tak dapat dihalau.

Di tengah api yang berkobar, massa mulai menjarah. Berbagai barang dibawa termasuk kursi. Di DPRD Kota Makassar, massa bahkan berusaha mengambil rangka mobil yang habis terbakar.

Dalam peristiwa ini tak terlihat polisi berpakaian seragam yang berjaga. Biasanya dalam aksi-aksi unjuk rasa di Makassar, saat demo berlangsung hingga petang atau malam hari, polisi akan datang membubarkan massa dengan pengerahan pasukan dan kendaraan rantis.

Namun, sepanjang aksi sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi di Makassar, tak ada polisi. Penjagaan hanya terlihat dari tentara.