KUDUS – jursidnusantara.com Kepolisian Resort Kudus masih menyelidiki penyebab meninggalnya pasangan suami istri (Pasutri) Sahlan (69) dan Runtanah (57) warga Dukuh Ngleko RT 5 RW 03 Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus pada Senin, 23 Desember 2024 Desa Ternadi digegerkan penemuan jasad Pasutri dirumahnya sendiri.
“Hingga saat ini, kami masih menyelidiki penyebab meninggalnya pasangan tersebut,” ujar Kapolres Kudus AKBP Ronni Bonic.

Kejadian ini pertama kali mencuat setelah warga sekitar curiga karena sejak pagi hingga siang, kedua korban tidak terlihat keluar rumah.
Lampu rumah yang masih menyala hingga pukul 14.00 WIB semakin menambah keanehan. Tetangga yang merasa ada sesuatu yang tidak beres akhirnya memutuskan untuk membuka paksa jendela rumah dan menemukan keduanya telah meninggal.
S dan R ditemukan terpisah dalam keadaan sudah terkapar tak bernyawa dengan kondisi pintu dan jendela rumah korban terkunci dari dalam.
Sahlan (S) ditemukan di ruang tengah, sementara Runtanah (R) berada di dalam kamar. Polisi segera memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari warga.
Setiadi, saudara korban, mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut hingga mendapatkan kabar dari keluarga.
“Saya tidak tinggal dekat, jadi baru tahu setelah diberitahu pihak keluarga,” jelasnya.
Penemuan jasad S dan R sempat menarik perhatian masyarakat sekitar. S diketahui merupakan pensiunan guru yang memiliki dua anak yang tinggal terpisah.
Setelah istri S meninggal, kemudian menikah lagi dengan R dan tinggal bersama di RT 05 RW 03 Desa Ternadi sebagai rumah duka. Sedangkan dua anaknya sudah berkeluarga dan tinggal terpisah dari orangtuanya.
Hubungan S dan istri sambungnya R dikenal baik-baik saja, baik dari pandangan anak maupun warga sekitar. Hingga akhirnya warga dikagetkan lantaran S dan R ditemukan meninggal di rumah sendiri.
Sebelum kejadian Senin pagi, cucu dari anak pertama S datang ke rumah kakeknya untuk mengantarkan sarapan.
Namun, kondisi pintu rumah dalam keadaan terkunci, sehingga sarapan yang sedianya ingin diberikan langsung kepada kakeknya S, kemudian digantung di gagang pintu.
“Pagi anak pertama saya mengantarkan makanan, kebetulan lagi masak banyak, tapi pintu rumah terkunci, dipanggil-panggil enggak ada jawaban. Kemudian sarapan yang dibawa anak saya ditaruh di gagang pintu,” terang putri pertama S, Ihda Masfiyah (47).
Tetangga S sempat menaruh curiga lantaran S dan R sejak Senin pagi hingga siang hari belum terlihat keluar rumah. Sedangkan nasi sarapan masih menggantung di gagang pintu, juga lampu teras rumah masih menyala.
Warga sekitar pun menghubungi Ihda selaku salah satu anak S untuk mengecek kondisi orangtuanya di dalam rumah yang terkunci.
“Sarapan yang dibawa anak saya gak diambil, rumah masih terkunci, tidak ada yang melihat keluar, (pintu) digedor-gedor enggak ada jawaban. Akhirnya jendela samping didobrak (buka paksa) sekitar pukul 13.30 WIB untuk mengecek apa yang terjadi di dalam rumah,” lanjut dia.
Setelah dicek, Ihda sempat syok lantaran ayahnya S ditemukan terkapar sudah tidak bernyawa di ruang tengah. Sedangkan ibunya R juga ditemukan meninggal di dalam kamar.
Dia sempat tidak percaya jika orangtuanya meninggal bersamaan tanpa diketahui penyebabnya.
Padahal, lanjutnya, Ihda masih bertemu dengan ayahnya pada Minggu pagi sebelum kejadian.
Kala itu ayahnya dinilai masih dalam keadaan sehat dan bugar ketika bermain dengan cucunya dan pergi ke sawah. Namun, S dan R justru ditemukan dalam keadaan meninggal pada Senin siang.
“Ketemu terakhir sama bapak Minggu pagi, (dia) nungguin sikecil (cucu), kemudian agak siang ke sawah. Jadi tidak menyangka saja kalau bapak dan ibu sudah meninggal, kaget saja, soalnya ketemu terakhir Minggu masih sehat-sehat saja,” jelas dia.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Danail Arifin mengungkapkan bahwa S dan R ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal.
Jajarannya sudah melakukan olah TKP untuk mencari bukti-bukti di lokasi kejadian.
“Kami dapat laporan penemuan jasad, selanjutnya kami lakukan olah TKP. Saat ini masih kami dalami apa penyebab kematian S dan R,” tuturnya.
(Elm@n)












