Layanan Antrian  RSUD Soewondo Pati Mengecewakan 

Pati, jursidnusantara.com Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Pati memberikan pelayanan yang kurang mengenakkan kepada pasien. Pada antrian online mendapat nomor 3 namun kenyataannya datang di antrian pelayanan rawat jalan antrian online tidak berlaku yang berlaku adalah antrian offline. (05/06).

Pengalaman tidak mengenakan pada pelayanan RSUD Soewondo menimpa Denny warga Gembong, ketika mengantarkan istrinya (Uswa) untuk berobat jalan pada polli fisioterapi.

Kepada awak media Denny mengatakan bahwa jauh hari sebelumnya sudah mendaftar lewat antrian online namun sesampainya di Rumah Sakit antrian online tidak terpakai namun yang terpakai adalah antrian offline. Mengingat kondisi istrinya yang tidak bisa menunggu lama karena harus duduk di kursi roda dengan antrian online yang didapat harapannya segera mendapat penanganan tanpa antrian atau menunggu yang lama. Namun yang terjadi Sesampainya di tempat fisioterapi kenyataannya yang didapat antrian online tidak berguna, karena sesampainya di tempat yakni jam 07. 30 WIB sudah menunggu antrian offline  6 orang dan ternyata yang didahulukan adalah antrian offline, sedangkan  Antrean online yang didapat dari pendaftaran online tidak terpakai dan dia disuruh antri offline.

 

Karena kondisi Uswa istrinya tersebut dan dengan alasan nomor antrian yang carut marut serta  karena sikap dari pelayanan di Rumah Sakit yang dianggap kurang  mengenakkan, akhirnya terjadi perdebatan dan berujung pada kemarahan, akhirnya Denny beserta rombongannya pulang dengan penuh kekecewaan dan batal berobat.

 

“Apa gunanya  ada antrian online tapi ternyata sampai di sana tetap suruh Antri offline, kalau tahu begitu ya mendingan tidak usah antri online kita datang lebih pagi supaya kita dapat nomor yang lebih awal, Kalau kenyataannya seperti itu ya mending tidak usah ada antrian online harapan saya kan dengan antrian online kita datang kita bisa memanage waktu sehingga tidak banyak waktu yang terbuang untuk menunggu,”  tutur Denny kepada awak media.

 

Awak media mencari informasi terkait dengan carut-marutnya antrian kepada pihak manajemen RSU Soewondo Pati. Ditemui oleh staf Humas dengan jawaban yang kurang memuaskan ketika diwawancarai, “Tolong kalau diangkat berita ya jangan ke saya, nanti ke atasan saya saja,” tuturnya. Mendengar jawaban tersebut maka awak media meminta untuk menghadirkan atasannya namun setelah ditunggu beberapa lama, staf Humas datang dengan jawaban yang mengecewakan,”Atasan kami lagi ada rapat jadi belum bisa menemui atau memberikan konfirmasi,” katanya.  Ketika ditanya, Apakah atasannya cuma satu ? Misalkan direktur wakil direktur atau Kabid Humas,  tidak ada satupun yang mau untuk memberikan klarifikasi ?. Namun lag-,lagi jawabannya juga kurang memuaskan, “Dari pihak atasan menyampaikan bahwa kalau mau diangkat berita keberatan karena ini laporan baru mau kita tindaklanjuti guna perbaikan pelayanan jadi setelah ada perbaikan silakan untuk diberitakan,” tuturnya.

 

Awak media disarankan untuk tidak memberitakan hal yang buruk tentang pelayanan RSUD Soewondo, sangat membagongkan. Masyarakat berhak mendapat informasi yang sebenarnya bukan hanya berita pencitraan semata. Dengan dalih agar berita berimbang, boleh diberitakan setelah ada perbaikan.

 

/Tim

error: Content is protected !!