KUDUS – jursidnusantara.com Kabupaten Kudus di Jawa Tengah (Jateng) memang menyimpan sederet tempat wisata yang menyimpan literasi sejarah. Salah satu tempat wisata itu tak lain adalah Museum Jenang GusJigang yang terletak di Jalan Sunan Muria No. 33, Glantengan, Kec. Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59313.

Museum ini jadi inspirasi bagi generasi milenial untuk terus belajar dan dapat menarik nilai sejarah dan seni budaya di tengah kehidupan sekarang yang serba canggih.
GusJigang merupakan singkatan dari ‘gus’ yang bermakna akhlak bagus, ‘ji’ berarti pandai mengaji, dan ‘gang’ yang bermakna pintar berdagang.

Ketiganya prinsip itu menjadi tuntunan masyarakat sehingga mereka memiliki tekad untuk menjadi orang yang berkepribadian baik, memiliki kemauan untuk mengaji, dan ingin berusaha atau berdagang.
Museum Jenang dan GusJigang merupakan wisata edukasi terpadu yang menyajikan mulai dari wisata sejarah, seni budaya, religi, yang dilengkapi dengan venue, benda koleksi dan spot foto yang unik dan menarik.
Mengunjungi museum ini, kita akan merasakan serunya sensasi berlibur sambil belajar, mengenal budaya dan kearifan lokal yang ada di Jawa Tengah. Oleh karena itulah, Museum Jenang dan Gusjigang menjadi rujukan kunjungan dari sekolah-sekolah mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi dari berbagai kota, bahkan manca negara.
Direktur utama (Dirut) Mubarokfood Muhammad Hilmy menyampaikan, dengan pulihnya pariwisata pasca pandemi, Museum Mubarok pun mulai padat pengunjung. Mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB, Museum Jenang GusJigang selalu ramai pengunjung.
Terima kasih atas kunjungan alumni Ponpes Gontor angkatan ’83’ beserta rombongan yang dipimpin oleh KH. Lukman Hakim Menang RI 2014-2019. Terima kasih juga kepada bapak Drs. H. Sugiri Kepala Yayasan, Kepala sekolah ibu Khuriyatun, segenap dewan guru dan murid SDIT Faidlurrahman kelas 1,2 dan 3.
SDIT Faidlurrahman yang beralamat di Jl. Kudus-Colo KM 8 Cendono RT 01 RW IV, Cendono, Kec. Dawe, Kabupaten Kudus, adalah merupakan salah satu SD Favsorit yang ada di Kabupaten Kudus, yang telah berkunjung di Museum Jenang GusJigang.
”Kami ucapkan banyak terimakasih atas kunjungan alumni Ponpes Modern Gontor angkatan ’83, dan SDIT Faidlurrahman Cendono Kudus, kami cukup kewalahan dengan banyaknya kunjungan ke museum, hal ini membuktikan museum kami mampu menebar manfaat dan sangat diterima masyarakat luas,” ungkap Hilmy.
Lebih lanjut Hilmy menambahkan, Kunjungan dengan reservasi sebelumnya dan dalam jumlah besar, seperti kunjungan dari sekolah-sekolah maupun komunitas tertentu, kami menawarkan paket khusus yang sangat terjangkau dengan fasilitas berupa tiket museum, gift khusus, dan pendampingan dari guide. Kami juga menawarkan wisata belanja produk -produk khas Jawa Tengah setelah kunjungan berakhir, tepatnya di showroom lantai satu gedung kami.
Ketika pengunjung masuk dalam museum Jenang GusJigang akan disambut dengan nuansa kuning emas. Ornamen dinding berupa motif geometri yang sangat cantik. Di tengah terdapat kaligrafi berbentuk bunga. Kaligrafi tersebut terbuat dari bahan tembaga dan kuningan. Pengunjung juga akan menemui gambar dan penjelasan singkat tentang beberapa tokoh terkemuka di Kudus, seperti Sunan Kudus, Sunan Muria, dan masih banyak lagi. Selain itu, juga terdapat replika Ka’bah.
Selain itu, terdapat galeri Al-Qur’an dan Asmaul Husna. Tujuan ruangan ini adalah agar pengunjung selalu bersyukur dan mencintai Al-Qur’an. Di ruangan ini akan menemukan berbagai Al-Qur’an dengan berbagai ukuran. Ada satu Quran besar yang dikelilingi oleh tujuh Al-Qur’an kuno.
Ketujuh Al-Qur’an tersebut adalah Al-Qur’an Tua daun lontar, Al-Qur’an kulit sapi, Al-Qur’an mini Istanbul Turki, Al-Qur’an sampul pintu Kakbah, Al-Qur’an kertas kuno, Al-Qur’an kuno surau dan Al-Qur’an kuno pesantren.
Di sana juga akan menemukan replika Kudus masa lalu, omah kapal, rumah kembar, stasiun kereta Kudus, dan patung Nitisemito yang merupakan pengusaha rokok asal Kudus yang berada di ruang paling belakang. Selain itu, ada juga tempat photo booth pakaian adat Kudus, spot foto replika tentang usaha dan perdagangan seperti membuat jenang, membuat rokok, dan ada juga seni ukir.
Konsep menarik itulah yang ditawarkan ketika kita berkunjung ke Museum Jenang dan Gusjigang. Kita bisa belajar tentang sejarah maupun budaya yang ada di Kudus dan Jawa Tengah, bebas berfoto dengan spot yang menarik, serta bisa berbelanja oleh-oleh makanan khas Jawa Tengah di akhir kunjungan.
Apalagi sekarang didukung dengan kantong parkir baru, lokasi parkir yang disediakan semakin luas, mampu menampung hingga puluhan bus besar. Sehingga dengan berkunjung ke Museum Jenang dan GusJigang, kita bisa belajar tanpa batas, berfoto dengan bebas dan berbelanja dengan puas.
(Elm@n)












