KUDUS – jursidnusantara.com Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya menyebabkan jalan perkampungan hingga permukiman warga. Hal ini berdampak banyak warga yang harus dievakuasi karena terjebak banjir.

Sebanyak 13.102 warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terdampak banjir tersebar di lima Kecamatan yakni, Kecamatan Mejobo, Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Jati, Kecamatan Jekulo, dan Kecamatan Undaan. Kamis, 14 Maret 2024.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Mundir mengatakan, tercatat ada 6.458 warga Kecamatan Mejobo yang terdampak banjir hari ini. Lalu di Kecamatan Jati sebanyak 4.653 jiwa warga terdampak. Kemudian di Kecamatan Kaliwungu ada 763 jiwa warga yang terdampak banjir.
Yang ada di Kecamatan Jekulo ada 378 jiwa dan di Undaan ada 850 jiwa. Banjir hari ini disebabkan salahsatunya intensitas hujan tinggi. Kemudian pintu air di Jati Wetan dan Undaan yang ke pembuangan Sungai Wulan ditutup.
Ketinggian air yang menggenangi wilayah permukiman beragam. Ketinggian air limpasan di Kecamatan Mejobo mulai 10 sampai 60 sentimeter. Kemudian di Desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu, dengan ketinggian air mulai 10 sampai 50 sentimeter. Lalu di Desa Jati Wetan Kecamatan Jati ketinggian air mencapai 40-50 sentimeter.
“Sampai sore ini catatan kami ada 150 rumah yang tergenang. Kemudian area persawahan yang tergenang sekitar 1.500 hektare”, katanya
Selain banjir, juga terjadi bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Tanggul sungai di Desa Gribig Kecamatan Gebog, ambrol. Kemudian tiga rumah mengalami kerusakan pada bagian atap lantaran disapu angin.
Ditempat terpisah Taufik Kepala Desa (Kades) Golantepus mengatakan, jebolnya tanggul sungai Dawe tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak malam kemarin. Warga sudah berusaha menambah secara darurat.
Hanya saja, tanggul yang berada di RW 2 tersebut kembali jebol dan membuat air langsung menerjang wilayah pemukiman.
“Ada ratusan rumah yang tergenang banjir dan ratusan hektar lahan pertanian siap panen yang kini tenggelam”, katanya.
Selain merendam wilayah Desa Golantepus, genangan banjir kini juga sudah merendam beberapa desa lain di wilayah Kecamatan Mejobo diantaranya Desa Mejobo, Desa Kirig, Desa Temulus, dan Desa Kesambi.
Di lokasi tersebut, air sudah merendam ruas jalan dan mulai masuk ke rumah warga dengan ketinggian bervariasi.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Jati Fiza Akbar Camat Jati mengatakan, Saat ini warga yang mengungsi mulai diangkut dari lokasi menuju posko pengungsian yang disiapkan.
Gelombang para pengungsi akibat terus tingginya genangan banjir terjadi di wilayah Dukuh Goleng, Desa Jati Wetan.
“Dengan dibantu aparat TNI, Polri, Relawan, sejumlah warga mulai bergerak ke lokasi pengungsian lantaran ketinggian air terus bertambah”, katanya.
Lebih lanjut Fiza menambahkan, setidaknya ada dua lokasi pengungsian yang kini sudah siap untuk menampung gelombang pengungsi diantaranya Balai Desa Jati Wetan dan TPQ Alkhuriyyah.
“Untuk lokasi pengungsian sudah siap dan bisa segera digunakan”, pungkasnya.
(Elm@n)
















