KUDUS – jursidnusantara.com Pengajian rutin setiap hari Rabu Pahing yang diselenggarakan dirumah “Ratu Juwita” atau rumah Hj. Juwahyuni Juwita Juwek di Desa Tanjung Karang Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus sudah berjalan puluhan tahun.
Pimpinan Jam’iyyah Al-istiqomah Hj. Juwahyuni Juwita Juwek mengatakan, bahwa kegiatan kami dengan mengamalkan pembacaan khataman Al-Qur’an, bacaan Yasin Fadhilah, dan bacaan yang lainnya.
“Kegitan kami laksanakan setiap hari Rabu Pahing, namun untuk bulan puasa ini kami laksanakan pada hari Jum’at Wage guna untuk mencari keberkahan dibulan yang suci dan penuh berkah ini,’ kata Hj. Juwahyuni pada Jum’at sore, 13 Maret 2026.

Lebih lanjut Hj. Juwek panggilan Hj. Juwahyuni Juwita Juwek menambahkan, bahwa bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah tinggal 7 hari, maka perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan amal ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Sore ini kami engadakan khataman Qur’an, pengajian, dan bagi-bagi paket lebaran, serta belanja-belanja di rumah “Ratu Juwita Fashion” dengan harga hanya Rp. 50 ribu bisa pilih semua pakaian dengan harga yang lebih mahal,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut juga sekaligus memberikan Takjil dan paket lebaran kepada para anggota Jam’iyyah yang hadir kurang lebih 200 orang se-Kabupaten Kudus.
“Anggota kami kurang lebih ada 250 orang yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kudus. Pada sore ini yang hadir ada dari Jam’iyyah, ibu PKK, RT dan RW serta dari relawan Sambel (Sam’ani-Bellinda),” ujarnya.
Gelaran pada sore ini sebagai wujud kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan pada Jum’at berkah ini, kami memohon keberkahan dibulan yang lebih berkah dibulan ramadan ini. Semoga bangsa Indonesia tetap aman dan damai.
“Khataman Al-Qur’an kita bagi 30 orang yang terbagi beberapa kelompok dan pada Rabu Pahing, khusus ramadan ini kita adakan do’a khataman pada hari Jum’at untuk mendapat keberkahan,” bebernya.
Pimpinan Cabang pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) Kudus ini menjelaskan, bahwa karomah adalah kejadian luar biasa di luar nalar yang diberikan Allah kepada wali-Nya, sedangkan istiqomah adalah konsistensi dalam ketaatan dan syariat secara terus-menerus.
Karomah adalah hadiah, sementara istiqomah adalah perjuangan; istiqomah dianggap karomah terbesar karena lebih mulia dan sulit dipertahankan daripada keajaiban fisik.
“Karomah sering diasosiasikan dengan hal-hal yang bersifat luar biasa atau diluar nalar manusia” jelasnya.

Hj. Juwek panggilan akrab Hj. Juwahyuni Juwita Juwek menegaskan, bahwa karomah paling dahsyat yang Allah SWT berikan kepada seorang hamba adalah kemampuan untuk tetap Istiqomah apapun situasi yang dihadapinya.
Banyak orang mengagumi kisah pada wali yang memiliki karomah berupa kemampuan mengubah pasir jadi beras, menempuh perjalanan jauh hanya sekejap mata dan lain sebagai.
Perlu saya tegaskan disini bahwa karomah yang sesungguhnya adalah Istiqomah dalam menjalankan ibadah, meski dalam kondisi apapun.
“Saya tahu ini karena setiap selapan mengaji thoriqoh di Kwanaran oleh KH Sa’dullah Rohyani,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa, Jam’iyyah ini selain mengadakan Khotmil Qur’an, juga mengadakan wisata religi, setelah hari raya lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M nanti kita akan berziarah ke Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak dan ke Semarang Zamrud Jawa Tengah.
“Semoga Ramadhan tahun ini membawa berkah bagi kita semua, dan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, serta kepedulian terhadap sesama.Tak lupa kami mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026″ Mohon Maaf Lahir dan Bathin atas Kesalahan yang sengaja maupun tidak untuk dihalalkan,” pungkasnya.
(Elm@n)












