Berita  

Guru SD Jadi Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Sempat Titip Pesan Terakhir ke Penjaga Sekolah

BEKASI, Jursidnusantara.com – Salah satu korban tewas dalam insiden kecelakaan kereta di wilayah Bekasi Timur akhirnya teridentifikasi. Korban diketahui bernama Nurlela, seorang guru SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur.

 

Nurlela menjadi korban dalam peristiwa tertempernya kereta rel listrik (KRL) oleh KA Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

 

Identitas korban diketahui setelah sejumlah rekan kerja datang ke RSUD Bekasi dan memastikan foto korban yang diperlihatkan pihak rumah sakit.

 

Penjaga SDN Pulogebang 11, Endang, mengaku sempat melihat Nurlela atau yang akrab disapa Bu Ela pulang dari sekolah menuju rumahnya di Cikarang, Bekasi.

 

Namun tak lama kemudian, ia mendapat kabar mengenai kecelakaan maut tersebut dan langsung mencoba menghubungi korban melalui pesan singkat.

 

“Assalamualaikum Bu Ella, lihat berita ini enggak? Saya kaget Bu Ella,” ujar Endang menirukan isi pesannya saat ditemui di RSUD Bekasi.

 

Karena tidak mendapat balasan, pihak sekolah bersama keluarga kemudian berusaha mencari keberadaan Nurlela hingga mendatangi lokasi kejadian.

 

Menurut Endang, sebelum kecelakaan terjadi, Nurlela sempat mengirim pesan terakhir kepadanya sekitar pukul 20.16 WIB.

 

Dalam pesan itu, korban meminta tolong agar jus buah yang tertinggal di sekolah dibuang supaya tidak mengundang semut.

 

“Bu Ela sempat WA saya, katanya ada jus yang tertinggal di sekolah dan minta tolong dibuang,” kata Endang sambil menunjukkan pesan di ponselnya.

 

Tak lama setelah kabar kecelakaan beredar, nomor telepon Nurlela sudah tidak dapat dihubungi lagi.

 

Sejumlah anggota keluarga kemudian berdatangan ke RSUD Bekasi untuk menjemput jenazah korban yang selanjutnya dibawa pulang sekitar pukul 02.00 WIB.

 

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengonfirmasi terjadinya gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.

 

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan insiden terjadi akibat tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

 

“KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Saat ini proses evakuasi dan penanganan korban masih dilakukan bersama pihak terkait,” ujar Franoto.

 

Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.

 

Hingga kini, pihak KAI bersama kepolisian masih melakukan investigasi terkait penyebab kecelakaan serta pendataan jumlah perjalanan kereta yang terdampak akibat insiden tersebut.

 

(Pujiono)

error: Content is protected !!