KUDUS – jursidnusantara.com Ratusan difabel yang tergabung dalam Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di Kabupaten Kudus dengan menggelar dua agenda yang pertama menggelar difabel festival di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada (30/11/2025) dan peringatan hari difabel pada (7/12/2025) di Aula Gedung DPRD Kudus.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk menunjukkan komitmennya terhadap hak-hak penyandang disabilitas.
Dalam gelaran festival difabel secara resmi dibuka oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Kegiatan tersebut berlangsung di depan Air Mancur Pendapa Kabupaten, pada Ahad, 30 November 2025.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, bahwa regulasi inklusif telah disiapkan sebagai payung hukum untuk menjamin layanan dan hak-hak penyandang disabilitas di Kudus. Ia juga menginstruksikan pendataan menyeluruh di setiap desa agar intervensi pemerintah dapat lebih tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan setiap penyandang disabilitas mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-citanya. Dukungan ini akan terus kami kuatkan melalui regulasi dan layanan yang lebih inklusif,” katanya.
Dukungan Pemkab Kudus ini mendapat apresiasi dari Psikolog Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Naily Fitriani. Naily menekankan pentingnya melihat difabel bukan sebagai objek, melainkan
“Kegiatan ini memberikan semangat baru bagi para difa. Dukungan keluarga dan pemerintah sangat penting agar kemampuan mereka semakin tereksplorasi dan stigma negatif dapat dihilangkan,” ujarnya.
Ketua Panitia dari Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK), Anjas Pramono, mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian luar biasa dan komitmen Pemkab Kudus. Kehadiran pemerintah dianggapnya sebagai energi besar untuk mewujudkan daerah yang ramah dan inklusif.
“Kami siap menjadi mitra pemerintah dalam penyusunan kebijakan. Masih banyak difabel yang belum mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan,” ucapnya.

Sementara itu, ketua FKDK Kudus, Rismawan Yulianto, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas kesadaran masyarakat terhadap hak-hak penyandang disabilitas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman difabel memiliki kemampuan, potensi, dan karya yang tidak kalah dengan yang lain,” katanya pada, Jum’at (28/11/2025).
Selain festival, acara puncak peringatan akan digelar pada 7 Desember 2025 di Aula Gedung DPRD Kudus. Acara tersebut ditargetkan dihadiri sekitar 500 difabel dari Kudus serta tamu dari Karesidenan Pati.
Perayaan tahun ini mengangkat tema “Dengan Hari Disabilitas Internasional, Menuju Difabel Kudus yang Berdaya, Berkarya, Setara”.
Tema tersebut menjadi ajakan untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas.
Ia juga menjelaskan, bahwa tujuan utama rangkaian kegiatan ini adalah mengingatkan seluruh stakeholder tentang pentingnya lingkungan yang inklusif dan bebas diskriminasi bagi difabel.
“Penyandang disabilitas harus mendapatkan kesempatan yang sama, baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun aktivitas sosial lainnya,” jelas Rismawan.
Kami berharap, rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi selebrasi tahunan, tetapi juga langkah nyata menuju Kudus yang inklusif. Komitmen itu diwujudkan melalui edukasi, kolaborasi, dan kampanye berkelanjutan tentang pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
“Dengan berbagai upaya tersebut, kami kembali menegaskan visi untuk mewujudkan Difabel Kudus yang Berdaya, Berkarya, dan Setara,” pungkasnya.
(Elm@n)












