Desa  

Pemdes Margorejo Gelar Sandiwara Kethoprak Kancil Joyo Siang-Malam

KUDUS – jursidnusantara.com Pemerintah Desa (Pemdes) Margorejo Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar kesenian Kethoprak “Kancil Joyo” Siang-Malam pada Senin, 29 September 2025.

Dalam gelaran hiburan rakyat yakni kesenian kethoprak tersebut pukau ribuan penonton yang hadir menyaksikan tontonan geratis tersebut.

Kades Margorejo Sumirkan

Kepala Desa (Kades) Sumirkan mengatakan, bahwa kegiatan sandiwara kethoprak pada hari ini merupakan progam tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Margorejo.

“Seni kethoprak kancil joyo asal Kabupaten Pati yang kita saksikan merupakan progam Pemdes Margorejo atas usulan dari masyarakat dan keputusan bersama,” katanya.

Lebih lanjut Kades Margorejo Sumirkan menambahkan, bahwa Kegiatan ini masih dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Repubilik Indonesia yang ke-80.

“Sebagai rasa syukur atas berkat Rahmat Allah SWT, di momen hari Kemerdekaan RI ke-80. Walaupun kegiatan ini dibulan September karena ada satu dan lain hal sehingga kegiatan ini baru terlaksana di bulan ini,” imbuhnya.

Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia pelaksana dan semua pihak yang telah bekerja semaksimal mungkin demi sukses dan lancar kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemdes Margorejo.

“Ini merupakan kerjasama antar Pemdes, BPD, Lembaga Desa, Karangtaruna, RT, RW, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat semuanya yang membantu demi sukses dan lancarnya kegiatan ini,” ucapnya.

Tidak lupa kami ucapkan selamat menyaksikan dan menonton pagelaran Kethoprak Kancil Joyo pada siang dan malam hari. Jaga ketertiban, keamanan dan kondusifitas desa demi dan untuk kemajuan kita bersama.

“Kethoprak Siang dengan Lakon “Ratapan Anak Tiri” Malam Lakon “Mendet Mboyong”. Dengan kebersamaan dan saling gotong royong, guyub, rukun, kompak demi untuk kemajuan desa yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Diantara ribuan penonton Mbah Sarmijan (55) asal dukuh Piji Desa Piji Kecamatan Dawe mengungkapkan senang nonton gelaran kethoprak, apalagi ini tontonan yang dekat dengan desa saya.

“Senang nonton kethoprak, apalagi ini tempatnya dekat,” ungkapnya.

Sementara itu Suswanto (67) warga Desa Banget mengatakan, senang menonton pagelaran kesenian kethoprak dimana saja.

“Kethoprak Kancil Joyo sudah cukup lama menurutku dalam memainkan cerita dalam sandiwara dipanggung masih pakem sesuai dengan aslinya,” katanya.

Saya berharap kepada semua Pemerintah Desa yang di Kudus, sering-seringlah menghadirkan kesenian Kethoprak, karena ini merupakan budaya asli Jawa, asli Indonesia yang harus kita lestarikan.

“Semoga Desa-desa yang ada di Kudus minimal satu atau dua tahun sekali menghadirkan seni kethoprak, ini warisan asli budaya kita yang harus di uri-uri dan dikenalkan kepada anak cucu kita,” harapnya.

Cahyono (55) warga Jepang RT 02 RW 11, mengatakan suka nonton Kethoprak dimanapun akan saya tonton. Hobi ini sejak masih muda.

“Saya punya group WhatShapp pecinta Kethoprak, makanya saya tahu jadwal Kethoprak dimanapun lokasinya, bahkan komunitas tersebut ada orang dari Kabupaten, Pati, Demak, dan Jepara, dan Rembang,” katanya.

(Elm@n)

error: Content is protected !!