Desa  

Ribuan Warga Semarakkan Kirab Budaya 10 Suro Haul Mbah Ahmad Mutamakkin, 13 Tonglek Warnai Jalanan Kajen

 

PATI  jursidnusantara.com – Suasana religius berpadu dengan semangat pelestarian budaya mewarnai peringatan 10 Suro dalam rangka Haul Mbah Ahmad Mutamakkin di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jumat (26/6/2026). Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan 13 kelompok tonglek, drum band, serta berbagai atraksi seni tradisional Nusantara.

Kirab budaya menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan dalam rangkaian haul tahunan ulama kharismatik Syekh Ahmad Mutamakkin. Selain sebagai hiburan masyarakat, kegiatan tersebut menjadi simbol kuat perpaduan nilai religius dan budaya yang telah mengakar di Desa Kajen selama puluhan tahun.

Panitia penyelenggara, Ulil Amri atau yang akrab disapa Cak Ulil, mengatakan kirab budaya merupakan inisiatif para pemuda Desa Kajen untuk menjaga warisan budaya Nusantara agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kami dari pemuda warga Desa Kajen mempersembahkan budaya Nusantara. Ada sekitar 13 kelompok tonglek dan juga drum band. Semoga melalui momen ini budaya Nusantara tetap kita munculkan dan terus dilestarikan,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan kirab tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan hari Jumat yang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat.

“Hari ini istimewanya karena bertepatan dengan hari Jumat, hari yang istimewa,” katanya.

Sejak pagi, ribuan peziarah dan masyarakat memenuhi kawasan Kajen. Iringan tonglek dengan tabuhan ritmis, kostum warna-warni para peserta, serta penampilan drum band berhasil menyedot perhatian warga yang memadati sisi jalan. Banyak pengunjung mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam, sementara anak-anak tampak antusias mengikuti jalannya kirab.

Tidak hanya menjadi perayaan budaya, pelaksanaan haul juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan ramainya pengunjung dengan membuka lapak makanan, minuman, cendera mata, perlengkapan ibadah, hingga berbagai produk lokal.

“UMKM juga banyak muncul. Di yayasan juga ada acara buka slambu, khataman, majelis ghaib, binadot, dan kegiatan lainnya yang masih menjadi rangkaian haul,” jelas Cak Ulil.

Rangkaian Haul Mbah Ahmad Mutamakkin sendiri tidak hanya diisi kegiatan budaya, tetapi juga berbagai agenda keagamaan seperti khataman Al-Qur’an, doa bersama, pembacaan manaqib, buka slambu, majelis ghaib, binadot, dan pengajian yang diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Bagi masyarakat Kajen, haul bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan dakwah Syekh Ahmad Mutamakkin sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Menutup rangkaian kirab, Cak Ulil berharap tradisi budaya yang telah menjadi bagian dari peringatan bulan Suro ini terus diwariskan kepada generasi muda.

“Harapan kami, pada tahun-tahun mendatang kebudayaan di momen Suro ini tetap terus berlangsung, semakin berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kajen maupun Kabupaten Pati,” pungkasnya.

error: Content is protected !!