Akademi Silat Kudus Juara Umum, 38 Emas Diraih Dalam Kejurnas Pencak Silat Challenge Purbalingga 2026

Oplus_131072

KUDUS – jursidnusantara.com Akademi Silat Kudus (ASK) sukses meraih gelar juara umum pada Kejuaraan Pencak Silat Challenge Open Tingkat Nasional di GOR Sasana Krida Purbalingga pada 1-2 Agustus 2026.

Kontingen ASK berhasil membawa pulang 38 medali emas, 15 perak, dan 5 perunggu. ASK sukses mengukuhkan diri sebagai juara umum dalam ajang yang diikuti sekitar 500 pesilat dari berbagai daerah seperti Aceh dan Sumatera.

Pelatih Bangau Ruyung, Mas’ud, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih para atlet. Menurutnya, hasil tersebut menjadi buah dari kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan berbagai pihak selama proses pembinaan berlangsung.

“Alhamdulillah ASK juara umum. Kami berhasil meraih juara umum satu tingkat usia dini putar dari SD 1 Getaspejayen atas nama Edgar Ananda Sofwan dan satu pria remaja dari SMP 2 Kudus atas nama Rajendra Rakha Abrar,” ujar Mas’ud penuh bangga pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Mas’ud menghitung, sedikitnya 500 peserta yang ikut bertanding dalam ajang bergengsi Kejurnas Silat Challenge Open di Purbalingga tersebut. Para peserta datang dari berbagai daerah mulai dari Jawa Tengah, Aceh, hingga Sumatera.

Read  Demo Mahasiswa Kudus Bawa Delapan Tuntutan, Pemda Kudus Siap Sampaikan ke Pemerintah Pusat

“Kami bangga sekali dengan anak-anak dan semoga prestasi ini tetap dipertahankan,” terangnya.

Mas’ud juga menjelaskan, perolehan medali ASK didominasi atlet pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Atlet tingkat sekolah dasar (SD) menyumbangkan 18 medali emas, kemudian tingkat sekolah menengah pertama (SMP) meraih 16 emas, sedangkan kategori sekolah menengah atas (SMA) menyumbang empat emas.

Keberhasilan tersebut diraih setelah ASK menurunkan 58 atlet dalam kompetisi yang berlangsung pada 1-2 Agustus 2026. Sebelumnya, para atlet diberangkatkan dari depan Gedung DPRD Kudus, Jumat (31/7/2026), dengan membawa misi membawa pulang gelar juara umum.

Mas’ud mengatakan, dari total 58 atlet yang tampil, sebanyak 57 pesilat berasal dari perguruan Bangau Ruyung, sementara satu atlet lainnya berasal dari Persaudaraan Jati Diri Nusantara.

Seluruh atlet tersebut bergabung dalam satu kontingen untuk membawa nama Akademi Silat Kudus di tingkat nasional.

“Semua atlet tampil membawa nama ASK. Mereka bertanding dengan semangat untuk mengharumkan nama perguruan dan Kabupaten Kudus,” katanya.

Read  SD 2 Kedungdowo Kudus Gelar Karnaval Kirab Budaya Dalam Rangka Pelepasan Siswa Kelas VI

Dalam kejuaraan tersebut, para pesilat mengikuti dua nomor pertandingan, yakni kategori seni dan kategori tanding. Atlet yang diturunkan berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini tingkat SD hingga kategori pelajar SMP dan SMA.

Mas’ud menyebut keberhasilan ASK tidak terlepas dari persiapan panjang yang dilakukan sebelum mengikuti kejuaraan. Para atlet menjalani latihan rutin sebanyak lima kali dalam satu pekan untuk menjaga kondisi fisik, teknik, serta mental bertanding.

“Latihan tetap kami lakukan secara konsisten, baik ada pertandingan maupun tidak. Ketika ada kejuaraan, atlet tinggal melakukan pematangan agar siap tampil maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kejurnas Pencak Silat Purbalingga juga menjadi ajang evaluasi bagi para atlet sebelum menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah yang akan digelar di Semarang pada September mendatang.

Menurutnya, pengalaman bertanding di level nasional menjadi modal penting untuk mengukur kemampuan atlet, terutama dalam menghadapi tekanan pertandingan dan meningkatkan kualitas teknik.

Read  Breaking News!! 690 Siswa SMK Negeri 6 Semarang  Diduga Keracunan Massal Setelah Konsumsi Makan MBG

“Kejuaraan ini menjadi try out bagi kami. Dari sini kami bisa melihat perkembangan atlet dan melakukan evaluasi sebelum tampil di Popda,” ungkap Mas’ud.

Mas’ud berharap prestasi yang diraih ASK dapat menjadi motivasi bagi para atlet muda untuk terus berkembang. Ia menegaskan, pembinaan pencak silat tidak hanya berfokus pada kemampuan bertanding, tetapi juga membentuk karakter dan mental para pesilat sejak usia dini.

“Atlet usia dini membutuhkan pendampingan lebih. Kami tidak hanya melatih teknik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan mental agar mereka siap menghadapi berbagai kompetisi,” harapnya.

Selain mengejar prestasi, kejuaraan di Purbalingga juga dimanfaatkan sebagai ajang uji kemampuan menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada awal September 2026.

“Kejuaraan ini kami jadikan try out. Dari sini kami bisa melihat sejauh mana perkembangan atlet, terutama dari sisi mental bertanding dan kemampuan teknik yang nantinya menjadi bahan evaluasi sebelum Popda,” pungkasnya.

(Elm@n)

error: Content is protected !!