Kuningan – jursidnusantara.com Satu lagi bermunculan kondisi memprihatinkan Potret warga miskin di perkotaan Kabupaten Kuningan.
Arip Kurnia Gunawan Warga Rt 40 RW 06 Kelurahan Ciporang Kecamatan Kuningan diduga luput dari perhatian Pemeritah Daerah Kuningan.
Arip Kurnia Gunawan(57) sudah 5 tahun mengalami stroke dan tidur di luar hampir 1,5 Tahun di karenakan atap rumahnya sudah mulai hancur ,ditambah tulang punggung keluarga putrinya Intan (34) harus selalu cuci darah namun terganjal bpjs yang tidak bisa tercover.
Kelurahan Ciporang merupakan tempat asal Bupati terpilih.Dr.Dian Rachmat Yanuar.M.SI namun ironis sampai tidak terpantau.
Data orang miskin di Kuningan memang harus segera di revisi karna data Dari BPS yang hanya 3 tahun sekali dalam pendataan, sudah tidak relevan lagi dan sudah sepatutnya kita contoh Gubernur Jawabarat Kang Dedi Mulyadi yang turun langsung melihat kondusi masyarakatnya.
Sudah tidak zamannya di era kepemimpinan Gubernur Jawabarat yang baru Dedi Mulyadi, pejabat ongkang ongkang kaki duduk manis sambil ngopi duduk manis di belakang meja.
Karena faktanya diwilayah perkotaan yakni Kelurahan Ciporang bukan di pelosok pedesaan terpencil , masih ada warga miskin yang rumahnya sudah mau Ambruk dan Warganya sakit sakitan perlu penanganan urgent yang luput dari pantauan Pemda Kuningan.
Yang jadi pertanyaan kita semua,apakah untuk Kelurahan tidak ada rutilahu dan luput terdata oleh pihak Kelurahan????????
Atau ada apa dengan data statistik Orang Miskin Di Kuningan???????
Sudah saatnya Kuningan di rubah sistem pendataan orang miskinnya jangan hanya sebatas data statistik dari BPS yang di rada kekurangan tenaga dan belum paham wilayah yang di ditanya,namun coba dengan adanya pemberitaan melalui media sosial/masa/elektronik segera Gerak cepat (gercep) turun langsung menindaklanjuti bukan dianggap hal biasa.
( mul/boy )












