KUDUS – jursidnusantara.com Kericuhan terjadi saat debat pasangan calon (Paslon) Bupati dan wakil Bupati Kudus putaran terakhir yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus berlangsung dinamis, dibanding debat pertama beberapa pekan lalu, terutama karena adanya sesi saling melempar pertanyaan antar kedua paslon yang digelar di Majesty Hall Hotel Griptha Kudus, Rabu (13/11/2024).
Meskipun debat antar paslon di dalam ruangan berjalan lancar, suasana di luar gedung justru berbeda. Di halaman parkir hotel, ratusan pendukung kedua paslon, yakni paslon 01 (Samani-Bellinda) dan paslon 02 (Hartopo-Mawahib), terlibat aksi saling ejek yang memicu kericuhan dan saling lempar botol.

Para pendukung, yang didominasi sejumlah aktivis ormas berseragam, berkumpul di luar aula hotel dan menyaksikan jalannya debat yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun TV nasional. Mereka saling menyemangati paslon masing-masing dengan yel-yel. Namun, situasi memanas ketika ada yang melontarkan ejekan terhadap paslon lain.
Ketegangan kian memuncak saat seorang oknum pendukung diduga melemparkan botol ke arah pendukung lawan. Insiden ini memicu aksi saling dorong dan lempar botol antar pendukung.
Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi segera turun tangan untuk mengendalikan situasi dan mencegah keributan lebih lanjut. Setelah beberapa saat, kericuhan berhasil diredam, dan para pendukung kembali tertib.
Ahmad Amir Faisol Ketua KPU Kudus membenarkan adanya kericuhan tersebut. Ia mengatakan kejadian itu menjadi catatan saat debat Paslon bupati dan wakil bupati Kudus. Menurutnya kericuhan tersebut bisa segera diatasi oleh petugas kepolisian dan TNI yang berjaga diluar gedung.
“Untuk catatan ada sedikit keributan diluar tapi Alhamdulilah teman-teman dari parat keamanan sigap melerai dari kedua pendukung paslon,” jelasnya.
Meski demikian, Faisol mengklaim jalanya debat terakhir pemaparan Paslon yang mengakar isu membangun Kudus sebagai kota Religius layak huni dan bermartabat keseluruhan berlangsung lancar.
“Secara keseluruhan mulai dari pelaksanaan debat terakhir ini telah berlangsung lancar, aman, dan sukses,” ungkapnya.
Sementara itu, Hartopo usai debat menyatakan bahwa ia tidak mengetahui secara langsung apa yang terjadi di luar ruangan, karena sedang mengikuti debat di dalam gedung.
Lebih lanjut Hartopo menegaskan bahwa Pilkada ini bukanlah ajang permusuhan, melainkan pertandingan yang riang gembira
“Kami sudah menghimbau dari awal supaya baik pendukung 01 maupun 02 menjaga kondusivitas dalam Pilkada, ini pertandingan, bukan permusuhan,” ujarnya.
Hartopo juga mengajak seluruh pendukung dan masyarakat Kudus untuk tetap tenang dan menciptakan Pilkada Kudus yang damai.
“Saya berharap, siapa pun yang terpilih nantinya dapat merangkul seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga dinamika Pilkada Kudus 2024 sebagai bentuk demokrasi yang positif dan tetap bersanding dengan damai usai pemilihan.
“Jaga selalu kondusifitas Pilkada Kudus hingga pemilihan 27 November 2024,” pungkasnya.
(Elm@n)












