KUDUS – jursidnusantara.com Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kudus Hartopo-Mawahib mendeklarasikan Tim Kuda Putih pada Ahad, 1 September 2024 malam.
Deklarasi dari para Gus atau putra kyai (tokoh muda) dari kalangan pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Kudus bersikap jelang Pilkada 2024. Deklarasi yang dihadiri sekitar 100-an di Joglo Maqha.
Muhammad Fahri Aminuddin (Gus Rian) koordinator relawan Kuda Putih mengatakan, pihaknya akan berjuang sepenuh hati dan ikhlas untuk memenangkan pasangan Hartopo-Mawahib dalam perhelatan Pilkada Kudus pada 27 November 2024.
“Kami tim relawan Kuda Putih akan berjuang sepenuh hati dan ikhlas untuk memenangkan pasangan Hartopo-Mawahib,” katanya.

Cucu KH Sya’roni Ahmadi, ulama besar di Kudus itu menambahkan, relawan Kuda Putih juga berkomitmen untuk mewujudkan Pilkada damai sekaligus menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan kesantunan dalam setiap langkah perjuangan.
“Gerakan ini tak sekedar simbolis saja, kami atas kesadaran sendiri telah turun ke lapangan bergerak aktif melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk memenangkan Hartopo-Mawahib,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, para Gus yang tergabung dalam relawan Kuda Putih menegaskan, komitmen mereka untuk menjunjung tinggi rasa persaudaraan Bentuk Relawan Kuda Putih, Tokoh Muda Pesantren Deklarasi Dukung Hartopo-Mawahib di Pilkada Kudus.
“Kami hadir atas kesadaran sendiri, kami mantap mendukung pasangan Hartopo-Mawahib, karena itu yang pas dan sesuai di hati kami,” tandanya.
Perlu diketahui bahwa, pasangan Hartopo-Mawahib maju di Pilkada Kudus diusung koalisi Partai dari Partai Gerindra, Partai Golkar, dan Partai Demokrat, serta 6 Parpol non parlemen yakni PSI, partai Perindo, partai Gelora, PBB, Partai Buruh dan Partai Garuda.
Setelah deklarasi acara dilanjutkan dengan dialog terbuka antara anggota tim relawan Kuda Putih dari para Gus di Kudus dengan Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Kudus.
Dalam sessions dialog Hartopo mengapresiasi dukungan dari kalangan Gus atau tokoh muda pesantren ini.
“Saya dan Mawahib mengucapkan terima kasih atas kontribusi panjenengan semua. Ini merupakan bentuk militansi yang luar biasa, bukan hanya sekadar loyalitas, semua ini menjadi ladang amal ibadah bagi kita semua, tentu hal seperti ini yang tidak akan pernah kami lupakan,” ujarnya.
Dirinya juga memanfaatkan momentum tersebut untuk meluruskan isu yang beredar terkait Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) yang dipangkas di masa kepemimpinannya.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2019, Pemkab Kudus mampu memberikan TKGS sebesar Rp 1 juta per bulan untuk setiap guru. Total anggaran yang dialokasikan Pemkab Kudus mencapai mencapai Rp 130 miliar.
Namun saat pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020, anggaran yang sudah direncanakan harus di refokuskan untuk penanganan pandemi, sehingga beberapa program mengalami rasionalisasi termasuk anggaran TKGS.
“Kedepan apalagi anggaran tambah besar dan PAD meningkat, honor TKGS akan kami kembalikan menjadi Rp 1 juta per orang per bulan,” terangnya.
Selain itu, Hartopo menyoroti akan pentingnya dukungan dari para relawan dalam menghadapi Pilkada Kudus 2024. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para gus-gus pesantren di Kudus yang secara bulat sepenuh hati mendukung kami.

Sementara itu, Mawahib menyatakan bahwa nilai-nilai dalam tradisi santri, jantan tidak boleh dicari, tapi jika mendapat dawuh (perintah), maka kita tidak boleh lari.
“Saya menerima amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan kesiapan untuk mengabdi kepada masyarakat Kudus,” ujarnya.
Lebih lanjut Mawahib menambahkan, memang dalam kepemimpinan Pak Hartopo dalam kondisi pandemi Covid-19 memaksa Pemkab Kudus harus melakukan langkah rasionalisasi untuk menyelamatkan nyawa warganya.
“Mau tidak mau memang harus seperti itu, nah sekarang pandemi Covid-19 sudah lewat, maka kedepan saya yang akan mengawal agar program-program tersebut tidak sebatas dilanjutkan, namun dikembalikan ke usulan awalnya,” pungkasnya.
Acara tersebut diakhiri dengan Do’a bersama, memohon kelancaran dan kesuksesan bagi pasangan calon Bupati Kudus Hartopo-Mawahib dalam Pilkada Kudus pada 27 November 2024.
(Elm@n)












