KUDUS – jursidnusantara.com Pemerintah Desa (Pemdes) Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus menggelar kegiatan Apitan dengan berbagai kegiatan mulai dari Expo UMKM, hiburan musik, dan puncaknya kesenian wayang dan Kethoprak. Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari mulai dari tanggal 29-31 Mei hingga 1 Juni 2024.
Rangkaian kegiatan tersebut merupakan progam rutin Pemdes Ngemplak Undaan dimana Apitan atau yang sering disebut sedekah bumi merupakan kegiatan yang setiap tahunnya dilaksanakan oleh Pemdes Ngemplak Undaan,” kata Budi Santoso sekretaris Desa Ngemplak disela kesibukannya. Jumat, 31 Mei 2024.

Lebih lanjut Budi Santoso menambahkan, seperti biasa sebelum acara Kethoprak yang dilaksanakan setiap hari Jum’at di bulan Apit mengadakan selamatan Tumpengan yang berada di persawahan / Embung. Dimana dalam kegiatan Siang ini, dengan kirab budaya dengan membawa gunungan yang dimulai dari Balai Desa Ngemplak menuju Embung.
“Kami atas nama Pemdes Ngemplak mohon Do’a Restu agar supaya kegiatan Apitan berjalan dengan aman, lancar dan sukses Amin,” imbuhnya.
Sementara itu, Nadhif ketua Karangtaruna mengungkapkan, bahwa dalam kegiatan Apitan kali ini juga ada Expo UMKM yang 80% warga Desa Ngemplak yang punya usaha dalam bidang UMKM dan hiburan untuk masyarakat Desa Ngemplak dan sekitarnya.
Disamping ada Expo UMKM, juga ada hiburan Akustik yang kita laksanakan pada Rabo (29/5), Kemudian pada hari Kamis hiburan dangdut (30/5) dan Jumat (31/5) musim Reggae dan puncak acara besuk Sabtu, 1 Juni 2024 sekira pukul 10.00 pagelaran Wayang kulit, dan malamnya ada pagelaran Kethoprak.
“Expo UMKM dan hiburan merupakan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan di Desa Ngemplak, kedepan kami berharap kegiatan seperi ini tetep diselenggarakan oleh Pemdes Ngemplak, dan kegiatannya akan bisa lebih meriah lagi,” ujarnya.

H Syafi’i Kepala Desa (Kades) Ngemplak Undaan mengatakan, ucapakan terima kasih kepada segenap panitia, Perangkat Desa, karangtaruna, BPD, RT, RW, PKK, tokoh agama masyarakat, dan semua elemen yang terlibat dalam kegiatan ini yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua yang terlibat dalam kegiatan ini, Pemdes Ngemplak tidak akan bisa melaksanakan kegiatan ini, tanpa ada bantuan tenaga, pikiran, dan swadaya dari masyarakat karena keterbatasan anggaran desa,” katanya.
Lebih lanjut Syafi’i menambahkan, bahwa kegiatan Apitan merupakan tradisi tahunan yang di selenggarakan oleh Pemdes Ngemplak Undaan Kudus.
Menurutnya, tradisi tahun ini kita selenggarakan lebih meriah karena disertai dengan kegiatan Expo UMKM selama 4 hari yang dimulai pada hari Rabo-Sabtu tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 2024.
“Kegiatan Expo UMKM ini diadakan dalam rangka memfasilitasi produk-produk UMKM warga,” imbuhnya
Ia menjelaskan, bahwa pada tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 2024 Expo UMKM bertempat di depan Balai Desa Ngemplak, kemudian Kamis (30/5) Khotmil Qur’an di Aula Balai Desa, Ziarah leluhur yang berlokasi setempat, Jum’at (31/5) Kirab Budaya dan Istigotsah atau selamatan, dan yang terakhir 1 Juni sekira pukul 10.00 WIB Pagelaran Wayang dan pada malam harinya Pagelaran Kethoprak.
“Kegiatan Apitan dengan. selamatan/istigotsah ini merupakan sebuah peringatan bagi kita semua, dimana dalam minggu kemarin ada kejadian disekitar Embung ini. Ketika ada orang yang jatuh beserta motornya tidak dapat kita ambil dengan berbagai cara, namun dengan kita bersedekah akhirnya motor tersebut dapat kita ambil dengan mudah,” terangnya.
Dalam kegiatan Apitan ini juga digelar berbagai hiburan musik akustik, dangdut, reggae dan pentas seni kemudian puncak acara Wayang dan Kethoprak.
“Semoga kedepan Desa Ngemplak diberikan keberkahan, keselamatan, Kesehatan, serta kemajuan dan kesejahteraan,” pungkasnya.

Rasipan Ketua panitia dan sekaligus ketua RT 02 RW 03 yang sudah menjadi ketua panitia kali kedua, dirinya merasa terhormat dapat kepercayaan dari warga dan Pemdes Ngemplak untuk menjadi ketua panitia pelaksana kegiatan.
Dalam kegiatan ini, kami minta partisipasi dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Perangkat Desa, Karangtaruna, BPD, ibu PKK, RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, para guru dan siswa kami libatkan semua demi sukses dan lancarnya kegiatan ini
“Dirinya berharap kegiatan yang baik seperti dapat dilaksanakan setiap tahun guna untuk melestarikan adat dan budaya Jawa dari nenek moyang kita,” terangnya.
Wahyu Kurnianto Babinsa Desa Ngemplak mengungkapkan, kegiatan seni barongan ini merupakan nguri-uri budaya Jawa. Kita sebagai generasi penerus wajib melestarikan budaya dan kearifan lokal, seperti halnya seni barongan, yang tadi saya sempatkan ikut main barongan.
“Kesenian yang ada di Indonesia ini beragam dan wajib kita lestarikan ke generasi penerus, jangan sampai budaya kita diambil dan diakui oleh negara lain”, ungkapnya.
(Elm@n)












