Mukit DPRD Pati Desak Evaluasi Keamanan Hiburan Rakyat Usai Insiden Berdarah di Juwana

PATI jursidnusantara.com – Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menyesalkan insiden berdarah yang terjadi saat pagelaran orkes dangdut di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Peristiwa tersebut menewaskan seorang remaja berinisial AF akibat luka tusuk.

Menurut Mukit, tragedi itu menjadi bukti lemahnya pengawasan dalam penyelenggaraan hiburan rakyat. Ia menilai kejadian tersebut tidak bisa dianggap sebagai keributan biasa karena telah merenggut nyawa seseorang.

“Ini bukan kejadian kecil. Ada korban meninggal dunia. Artinya ada kegagalan serius dalam pengawasan dan pencegahan,” tegas Mukit, Kamis (9/4/2026).

Mukit meminta aparat penegak hukum, baik Polsek Juwana maupun Polresta Pati, segera bertindak cepat dan profesional dalam mengusut kasus tersebut. Ia menekankan bahwa kasus penusukan di acara hiburan rakyat tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian hukum.

Menurutnya, apabila kejadian semacam ini tidak ditangani serius, maka hiburan rakyat berpotensi menjadi ruang rawan kriminalitas dan arena kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat.

“Pelaku harus ditangkap dan dihukum berat. Jangan sampai ada kesan pembiaran. Ini harus jadi pelajaran agar ada efek jera,” tambahnya.

Selain mendesak penangkapan pelaku, Mukit juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dalam setiap penyelenggaraan acara keramaian di Kabupaten Pati.

Sebelumnya, acara hiburan dangdut yang menghadirkan grup musik Adella di Desa Bendar berubah menjadi tragedi setelah terjadi aksi penusukan di tengah kerumunan penonton. Korban AF dilaporkan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Adv 05

error: Content is protected !!