KUDUS – jursidnusantara.com Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp. 50 juta dan bantuan pribadi sebesar Rp. 10 juta bagi guru yang terdampak di Kabupaten Kudus.
Tampak hadir dalam acara penyerahan bantuan bencana banjir, PGRI Provinsi Jateng kepada PGRI Kabupaten Kudus Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Dr H. Muhdi, SH. M.Hum, Sekretaris Umum Drs. Aris Munandar M.Pd dan Bendahara Drs. Wahadi, MH, Ketua PGRI Kudus, Dr. Ahadi Setiawan, S.Pd., M.Pd., beserta pengurus Cabang PGRI se-Kabupaten Kudus.

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua PGRI Jateng Dr. Muhdi, SH., M.Hum., yang juga anggota DPD RI dan Ketua PGRI Kudus Dr. Ahadi Setiawan, S.Pd., M.Pd., kepada guru terdampak di Aula Pertemuan SMP 2 Gebog pada Selasa pagi, 3 Maret 2026.
Ketua PGRI Provinsi Jateng Dr. Muhdi, SH., M.Hum., mengatakan kegiatan pada hari ini adalah penyerahan bantuan PGRI Jateng kepada PGRI Kudus secara simbolis sebesar Rp. 50 juta. Bantuan tersebut nantinya akan diserahkan kepada pengurus cabang di Kudus yang beberapa waktu lalu terdampak bencana banjir.
“Pagi hari ini dari PGRI Jateng, kami menyerahkan bantuan sebesar Rp. 50 juta kepada PGRI Kudus untuk dapat diberikan kepada para guru yang terdampak bencana di Kudus,” katanya.

Muhdi juga menjelaskan, bahwa bantuan tersebut nilainya tidak seberapa, namun setidaknya dapat membantu meringankan para guru yang terdampak bencana.
“Ada sekitar 140-an guru yang kemarin terdampak bencana banjir di Kudus,” imbuhnya.
Wakil ketua komite I DPD RI Muhdi menambahkan, bahwa dirinya juga ikut menyumbang secara pribadi sebesar Rp. 10 juta.
“Saya secara pribadi sebagai anggota DPD RI juga ikut memberi bantuan sebesar Rp. 10 juta,” imbuhnya.
Pihaknya pada masa bencana baru-baru ini juga sudah memberikan bantuan ke Sumatra Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Di masa bencana ini kami sudah ke wilayah tersebut, kemarin mengirim senilai Rp 1,9 miliar,” ujarnya.
Untuk wilayah Jateng, pihaknya sudah mengirim bantuan antara lain ke Banjarnegara, Cilacap, Pekalongan, Pati, dan Pemalang, Grobogan, dan Demak.

Sementara itu, ketua PGRI Kudus Dr. Ahadi Setiawan, S.Pd., M.Pd., mengucapkan, banyak-banyak terima kasih atas bantuan dari PGRI Provinsi Jawa Tengah.
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Provinsi Jawa Tengah kepada PGRI Kudus, semoga amal baik bapak dan ibu semua mendapat balasan yang berlipat ganda,” kata Ahadi.
Wawan panggilan akrab Ahadi Setiawan menambahka, bahwa bantuan tersebut menjadi salah satu program PGRI yang memiliki tagline “Solidaritas”.
”Dari tagline itu, kami menerjemahkan banyak, di antaranya PGRI memiliki dana kesetiakawanan guru. Untuk bencana, PGRI tidak hanya (memberi bantuan) dalam lingkup Kabupaten/Kota, Provinsi Jawa Tengah tapi di seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Disinggung mengenai keterlambatan bantuan bencana di Kudus, Ahadi menjelaskan, pihaknya tidak mempersoalkan hal tersebut. Karena dengan berbagai pertimbangan batuan dari PGRI Jateng memprioritaskan bagi warga yang terdampak bencana yang lebih berisiko tinggi.
“PGRI Jateng dalam menyalurkan bantuan disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan, jika ada Kabupaten/Kota yang terdampak lebih parah didahulukan,” tutur Ahadi.
Perlu diketahui, tadi pagi kami dari PGRI Kudus bersama dengan wakil ketua Komite I DPD RI Dr. Muhdi, SH.M.Hum., menuai Bupati Kudus membahas tentang upaya sistem pengelolaan tenaga pendidikan PPPK paruh waktu agar bisa berjalan baik dan terukur, sehingga menciptakan pelayanan pendidikan berjalan secara optimal.
“Bupati Kudus telah menegaskan, untuk berkomitmen menjaga kualitas layanan pendidikan melalui penataan tenaga kontrak PPPK paruh waktu lebih tertib dan selaras dengan regulasi. Namun tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah tanpa mengurangi perhatian terhadap kesejahteraan pegawai,” pungkasnya.
Sementara itu, Bambang Widiyoko, S.Pd perwakilan Cabang Undaan mengungkapkan perasaannya dengan senang hati menerima bantuan dari PGRI Provinsi tersebut.
“Terima kasih kami sampaikan kepada PGRI Jateng, karena bantuan ini dapat sedikit membantu meringankan beban paska banjir,” ucap Bambang.

Perwakilan Cabang Gebog Muhammad Miftah, S.Pd., menambahkan, pihaknya bersyukur dapat bantuan PGRI Jateng. Setelah dari acara ini kami segera koordinasi dan komunkasi dengan para guru yang kemarin terkena dampak bencana.
“Kegitan seperti ini sering dilakukan oleh PGRI, karena ini sebagai bentuk kesolidan dan solidaritas sesama guru,” imbuhnya.
(Elm@n)












