KUDUS – jursidnusantara.com Peringatan Hari Santri 2025 tingkat Jawa Tengah dipusatkan di Kabupaten Kudus. Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang dimulai pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Peringatan HSN Jateng ini rencana bakal digelar selama dua hari yakni Selasa-Rabu 21-22 Oktober 2025. Diantara kegiatan HSN tersebut ada Pameran Produk UMKM dan Talkshow. Acara ini bakal dimulai pukul 09.00 WIB disepanjang jalan sunan Kudus dan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Kemudian pada Selasa (21/10/2025) akan digelar acara Sarasehan Anti Bullying dan Kekerasan Menuju Pesantren Aman dan Sehat, bertempat di Ponpes Roudlotul Tholibin Bendan, Kabupaten Kudus, pada pukul 09.00 WIB.

Pada malam harinya akan diselenggarakan kegiatan Jateng Bersholawat. Acara ini direncanakan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dan Gus Iqdam.
Selain itu dihadiri Forkopimda, para ulama dan masyarakat Kudus. Rencananya acara dimulai pukul 19.30 WIB di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Puncak acara HSN pada Rabu (22/10/2025), ada Apel HSN dengan peserta sebanyak 4.000 santri. HSN kali ini dengan tema Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia. Acara dijadwalkan pukul 08.00 WIB di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Untuk santri Kudus, nantinya memakai adat Kudusan, agar sebagai gambaran bahwa Kudus layak disebut kota Santri.
Kemudian, di hari yang sama, Rabu (22/10/2025) juga diselenggarakan Cek Kesehatan Gratis program Speling pukul 07.00 WIB. Acara ini dilaksanakan di Pendapa Kabupaten Kudus.
Kepala Kemenag Kudus Shony Wardana mengatakan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dijadwalkan hadir di beberapa acara.
”Apel Hari Santri rencananya yang datang Pak Gubernur. Kemudian acara Jateng Bersholawat juga ada Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur,” katanya, Senin (20/10/2025).
Kemudian, Taj Yasin direncanakan juga hadir pada Selasa (21/10/2025) di acara pameran UMKM sekaligus membuka kegiatan.
Diketahui, Hari Santri 2025 ini mengangkat tema ”Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”.
Di tahun ini, Logo Hari Santri 2025 diberi nama ”Pita Cakrawala”. Yakni berupa pita yang berwarna-warni melengkung membentuk gerakan dinamis menuju cakrawala.
Pada desain tersebut, memvisualisasikan perjalanan serta kontribusi santri dari masa ke masa. Yakni dari pesantren menuju peradaban dunia.
Melalui momentum ini, Shony berharap Hari Santri tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ajang refleksi dan penguatan karakter santri sebagai agen perubahan.
“Santri punya tradisi yang kuat, sikap santun dan nilai-nilai luhur. Ini perlu terus dijaga agar mereka bisa memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan peradaban,” pungkasnya.
(Elm@n)












