KUDUS – jursidnusantara.com Sungguh na’as nasib Eka Dimas Riyadi (18) Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus yang hendak mengabadikan momen di persawahan di Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus justeru berujung tragedi. Ia justeru tewas tersengat listrik di persawahan pada Jum’at dini hari 12 September 2025.
Kejadian tesebut terjadi sekira pukul 02.00 WIB. Eka bersama dengan empat temanya mendatangi area persawahan yang dihiasi lampu warna-warni. Namun tanpa disadari dirinya menginjak kabel yang dialiri listrik untuk jebakan tikus.
“Sekita itu juga tubuhnya jatuh dilokasi kejadian,” kata Nuryanto Kades Gamong pada Jum’at pagi, 12 September 2025.
Teman-temanya panik, sebagian dari mereka ada yang mencari pertolongan, sebagian lagi memberitahu pihak keluarga. Setelah warga berdatangan kelokasi segera mematikan aliran listrik tersebut, tapi kondisi eka sudah tergelatak dan kaku dilokasi.
Tim medis dari RSUD Kumala Siwi yang datang di area persawahan sekura pukul 04.00 WIB hanya memastikan kondisi Eka memang sudah tidak bernyawa.
Perangkat Desa Gamong juga telah melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian. Kemudian dari pihak Polres Kudus bersama tim Inavis melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan jenazah dirumah duka.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa kabel listrik, pakaian korban, serta meminta keterangan dari empat temannya dan pemilik sawah.
“Polisi telah mengamankan barang bukti berupa kabel listrik, pakain korban, empat teman korban dimintai keterangan dan pemilik sawah juga diminta keterangannya,” jelas Nur Yanto.
Menurut keluarga korban jenazah rencana akan dimakamkan pada hari ini jam 14.00 WIB di pemakaman umum (Gempol Songo).
Pihak keluarga juga menolak jika putranya untuk di Outopsi.
“Sang Ayah Atmo Giri menolak untuk korban di Autopsi,” terangnya.
Kami dari Pemerintah Desa Gamong turut berbelasungkawa yang sangat mendalam atas peristiwa ini. Peristiwa ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua atas kelalain kita dapat berakibat fatal dan merenggut nyawa seseorang.
“Kami atas nama pribadi dan Pemdes Gamong turut belasungkawa yang mendalam. Semoga kejadian ini tidak akan terjadi peristiwa yang seperti ini lagi,” pungkasnya.
(Elm@n)












