KUDUS – jursidnusanatara.com Setiap desa memiliki kisah dan cerita tersendiri, seperti halnya Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus yang mempunyai kisah asal usul atau cikal bakal Desa Papringan yang konon katanya dibawa oleh Mbah Syiroqol.
Dimana Simbah Syiroqol tersebut adalah salah satu ulama penyebar Islam pada zaman kerajaan Islam Mataram yang berda’wah di Desa setempat.
Tampak hadir dalam acara tersebut Kades Papringan, perangkat Desa, BPD, RT, RW, Linmas, PKK, Karangtaruna, Group Senam, Pimpinan Ranting NU Papringan se-Banom, tokoh masyarakat, tokoh agama, Haidar Ali DPRD Kudus, serta tamu undangan yang lain.

Kepala Desa (Kades) Papringan Amin Budiarto, SE., mengucapkan terimakasih kepada Panitia dan seluruh warga Desa Papringan yang telah ikut berpartisipasi untuk memeriahkan kegiatan haul Simbah Syiroqol, mulai dari Ziarah, khataman Qur’an, Manaqiban, hingga Kirab Budaya dan pengajian umum.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada segenap panitia, Perangkat Desa, BPD, RT, RW, Linmas, PKK, Karangtaruna, Group Senam, Pimpinan Ranting NU Papringan se-Banom, tokoh masyarakat, tokoh agama dan yang lain yang telah membantu demi sukses dan lancarnya kegiatan ini,” ucapnya.
Peringatan Buka Luwur Mbah Siroqol di Papringan ini tidak jauh berbeda dengan Buka Luwur Sunan Kudus dan Sunan Muria. Hal itu ditandai dengan pembagian nasi berisi daging kerbau atau kambing, yang dibungkus daun jati (nasi jangkrik) di area kompleks Makam. Agar bisa mendapatkan nasi jangkrik tersebut, pengunjung nanti dapat pembagian dari panitia.
Peringatan Buka Luwur tersebut juga sekaligus dimaksudkan sebagai penghargaan dan penghormatan terhadap Mbah Syiroqol sebagai cikal bakal Desa Papringan, di mana jasanya sangat besar sekali bagi masyarakat sekitar.

Amin juga menjelaskan, bahwa di Desa Papringan ini ada 4 Punden yakni di Dukuh Papringan ada Mbah Syiroqol, yang ke dua di Dukuh Krajan Mbah Dono Atmojo, kemudian yang ketiga di Dukuh Kencing ada Mbah Junaidi, dan yang ke empat di Dukuh Tumang Wetan ada Mbah Buyut Sanem.
“Untuk peringatan haul ke 4 Punden tesebut berbeda-beda tidak mesti di bulan Muharram atau Syuro dalam penanggalan Jawa,” jelasnya.
Untuk peringatan haul yang paling meriah memang ketika peringatan Haul Simbah Syiroqol. Pada haul Mbah Syiroqol sejak saya menjadi Kades kita laksanakan kirab mulai tahun 2023 hingga sekarang.
“Dalam kirab budaya ini di ikuti oleh warga Desa Papringan, ada 5 gunungan hasil bumi yang tadi dikirab dari Balai Desa Papringan menuju komplek Makam Mbah Syiroqol yang berjarak kurang lebih 1 Kilometer, kirab budaya ini sudah yang ke-3 sejak saya menjadi Kades Papringan,” terangnya.
Kirab Budaya dalam rangka peringatan Buka Luwur ini dikandung maksud sebagai penghargaan dan penghormatan terhadap Mbah Syiroqol sebagai cikal bakal Desa Papringan, di mana jasanya sangat besar sekali bagi masyarakat Desa Papringan dan sekitarnya.
“Kirab budaya ini digelar sebagai upaya untuk Nguri-uri budaya jawa dan kearifan lokal,” ujarnya.
“Kami berharap kedepannya mudah-mudahan Desa Papringan bisa gemah ripah loh jinawi, masyarakat bisa semakin sejahtera, bisa guyub rukun, aman sentosa,” pungkasnya.

H. Moh. Jama’ah ketua panitia kegiatan mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik tenaga, pikiran, juga dana untuk kelancaran, kesuksesan dalam kegiatan ini.
“Semoga amal baik bapak dan ibu diterima Allah SWT dengan amalan yang berlipat ganda Amin,” ucapnya.
Lebih lanjut Jama’ah menambahkan, bahwa peringatan Haul Simbah Syiroqol pada tahun 2025 ini, telah kami siapkapkan berbagai acara mulai hari Jum’at hingga Ahad dan pada puncak acara kita adakan kirab budaya dan pengajian umum.
“Haul Simbah Syiroqol sama dengan Buka Luwur Sunan Muria yakni setiap tanggal 15 Muharram 1447 H (11/7/2025), kemudian pada Sabtu (12/7/2025) ziarah umum, pembacaan Manaqib, pemasangan luwur dan terakhir kirab budaya dan pengajian umum bersama KH. Masduki dari Kabupaten Jepara,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan, perolehan dana yang masuk pada panitia lebih kurang sebesar 35 juta, dan pelaksanaan kegiatan beli hewan kerbau dan lainnya selama tiga hari lebih kurang sebesar 30 juta-an. Untuk 2 ekor kambing dari Pemerintah Desa Papringan.
“Laporan pada hari ini dana yang masuk lewat Masjid dan Mushola se-Desa Papringan, ada 35 juta dan pengeluaran ada 32 juta sisa nanti masuk kas,” jelasnya.
Kemudian acara diakhiri dengan Mauidhoh Hasanah dan Do’a oleh beliau KH. Masduki dari Kabupaten Jepara.
(Elm@n)












