KUDUS – jursidnusantara.com Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kudus melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun pelajaran 2025-2026.
Tampak hadir dalam acara tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Kepala Dinas Pendidikan Harjuna Widodo, Anggun Nugroho dan sejumlah pejabat yang lain.

Abdul Rochim, S.Pd., M.Pd dalam sambutan yang sekaligus membuka acara mengatakan, Masa SMP merupakan transisi penting dari masa sekolah dasar menuju masa remaja. Pada masa ini, siswa akan menghadapi lingkungan belajar yang berbeda, teman-teman baru, dan berbagai kegiatan yang lainnya.
“Salah satu momen penting di awal SMP adalah MPLS, yang biasanya diisi dengan berbagai kegiatan untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan mengenal satu sama lain,” kata Abdul Rochim pada Senin pagi, 14 Juli 2025.
Lebih lanjut Rochim menambahkan, bahwa masa MPLS bagi peserta didik baru tahun pelajaran 2025-2026, bertujuan mendukung proses kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Sebelum dimulainya proses belajar mengajar, para peserta didik baru diberikan kesempatan untuk mengenal lingkungan sekolah dan tata tertib yang berlaku di SMPN 1 Kudus.
“Peserta didik baru diberikan pengenalan para guru, tata tertib yang berlaku di sekolah, seperti aturan jam masuk dan pulang sekolah, kebersihan dan keindahan sekolah, kemudian cara berpakaian seragam sekolah,” imbuhnya.
Untuk siswa yang masuk di SMP 1 Kudus pada tahun pelajaran ajaran 2025/2026 berjumlah 254.
Ia juga menjelaskan, kepada semua calon siswa baru SMPN 1 Kudus diharapkan dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan MPLS dari hari Senin-Jum’at dengan tagline MPLS tahun 2025 yakni; Siswa Ramah Anak”.
“Sekolah ramah anak perlu diterapkan karena sekolah menjadi tempat yang rentan terhadap bulliying. Oleh karena itu SMP 1 Kudus berperan aktif untuk mencegah bulliying, maka perlu diterapkan nilai-nilai persahabatan agar siswa dapat saling menghargai, dan SMP 1 Kudus tidak ada toleransi terhadap bullying,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris berpesan kepada siswa-siswi untuk senantiasa menghormati bapak, ibu guru, kedua orang tua, terutama ibu mengingatkan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu.
”Ibu saya masih hidup, selalu saya samperin dan meminta do’a restunya. Karena kesuksesan ada dari doa ibu,” pesannya.
Ia menekankan, kesuksesan anak akan selalu menyertai setiap do’a ibu. Oleh karenanya setiap langkah kita harus selalu minta do’a restu. Kepada para siswa untuk selalu mencium tangan ibu sebelum berangkat ke sekolah, dan berpamitan saat akan menjalani kegiatan lain.
Mengenai antisipasi bulliying di sekolah, tadi telah disampaikan kepada sekolah SMP 1 Kudus, bahwa sekolah ramah anak perlu diterapkan karena sekolah menjadi tempat yang rentan terhadap bulliying. Oleh karena itu SMP 1 Kudus berperan aktif untuk mencegah bulliying, maka perlu diterapkan nilai-nilai persahabatan agar siswa dapat saling menghargai.
“Sekolah harus punya parameter mengamati dinamika kelas. Kedekatan guru dan murid harus dibina sesuai tingkat perkembangan siswa. Guru harus berada ditengah dan adil,” pungkasnya.

Sementara itu, Sashinka Ziyadatul Purba Kirana asal SD 1 Barongan, Cecilia Agsenia Setiawan asal SD 1 Barongan, dan Angelica Oktawirani Putri asal SD 1 Jati Kulon, mereka mengatakan, dirinya sangat senang dan gembira bisa diterima di SMP Negeri 1 Kudus.
“Kami senang dan gembira bisa diterima di SMP Negeri 1 Kudus, hal ini sesuai dengan cita-cita dan harapan kami,” katanya.
SMP Negeri 1 Kudus ini merupakan sekolah favorit dan merupakan salah satu sekolah terbaik di Kabupaten Kudus, ekstrakulikuler nya banyak, fasilatas ruangan nyaman dan pembelajaran juga baik.
(Elm@n)












