Dukung Revitalisasi GOR Pesantenan, DPRD Pati Adi Pamungkas Minta Akomodir Kantor Cabor

PATI –  jursidnusantara.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dibawah kepemimpinan Bupati Sudewo saat ini tengah melakukan renovasi atau revitalisasi terhadap Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan yang berada di kawasan Puri Pati. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari anggota Komisi D DPRD Pati, Moh Adi Pamungkas.(09/08)

Sebagai bentuk dukungannya, pihaknya mengusulkan agar renovasi ini nantinya bisa mengakomodir setiap cabang olahraga (cabor) untuk bisa memiliki kantor atau sekertariat di GOR Pesantenan. Sehingga, sebanyak 50 cabor di Kabupaten Pati memilki komplek sekretariat yang terpusat di satu titik lokasi.

“Disinggung soal GOR yang akan digunakan sekretariat. Jangan sampai nanti kurang dari 50 Cabor karena nanti akan jadi masalah kedepannya,” kata Adi saat pertemuan bersama seluruh pengurus Cabor belum lama ini.

Selama ini, lanjutnya, kebutuhan akan sekretariat setiap Cabor belum juga diakomodir oleh Pemkab Pati. Padahal, keberadaan sekretariat ini dinilai penting untuk kemajuan berbagai Cabor yang ada di Bumi Mina Tani.

Untuk itu, paling tidak nantinya dalam renovasi GOR Pesantenan itu nantinya harus benar-benar diperhatikan jumlah kios yang didirikan. Apalagi, peruntukan GOR sebagai tempat olahraga harus diimbangi dengan keberadaan kios-kios UMKM yang mendukung bidang lain disamping olahraga.

Sehingga jika tidak cukup kios untuk sekretariat cabor, didorong kepada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) bersama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pati untuk bisa mengatur, paling tidak satu kios untuk dua cabor.

“Bisa satu ruangan dua cabor, bukan inisiatif dinporapar. Sehingga nanti bisa dipetakan jumlah kiosnya,” tambahnya.

Termasuk untuk menghindar adanya ketidakadilan dalam pembentukan sekretariat, wakil rakyat asal Kecamatan Batangan itu ingin agar nantinya dilakukan pengundian dalam menentukan posisi dan letak kantor Cabor.

“Kalau sudah fix dan dibagi, bagaimana untuk adil. Mungkin bisa kita kopyok kayak arisan, biar adil ada yang di depan atau di belakang,” tutup Adi. /Adv 01