KUDUS – jursidnusantara.com Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meresmikan perpustakaan Vidhya Tama SMP 2 Kudus. Dalam gelaran tersebut ia menekankan pentingnya membaca buku setengah gempuran tekhnologi Artifical Intellegence (AI), Chat GPT, Meta, Google dan yang lainnya harus digunakan dengan bijak.
Sam’ani berharap peresmian perpustakaan di SMP 2 Kudus semakin memberikan kenyamanan bagi siswa dalam membaca dan belajar.
“Perpustakaan sekolah bukan hanya tempat menyimpan buku, melainkan juga ruang belajar dan sumber inspirasi guna untuk meningkatkan literasi dan pengetahuan,” kata Sam’ani pada Selasa, 15 Juli 2025.

Lebih lanjut Sam’ani menambahkan, bahwa dalam upaya mendukung gerakan literasi, Sam’ani juga menargetkan peningkatan tingkat literasi siswa naik hingga 75 persen.
Menurutnya perpustakaan yang dikelola dengan baik dan terus diperbarui akan mampu menarik minat baca siswa kembali.
“Dengan adanya perpustakaan yang semakin bagus dan update, saya yakin siswa akan kembali menyukai membaca buku,” terangnya.
“Kami berharap Perpustakaan Vidhya Tama dapat dimanfaat, sehingga pengetahuan anak-anak bertambah. Kalau rajin membaca pasti dapat mengatasi persoalan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMP 2 Kudus In Setyorini mengatakan, bahwa pembangunan perpustakaan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mendukung kebutuhan literasi siswa. Perpustakaan tersebut resmi berdiri pada 5 Maret 2025.
“Perpustakaan ini kami buat untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah. Kami ingin siswa merasa nyaman dan betah berada di sini,” katanya.
Iin panggilan akrab In Setyorini menambahkan, saat ini, perpustakaan SMP 2 Kudus memiliki koleksi sebanyak 4.121 buku, yang terdiri atas berbagai jenis dan terus diperbarui mengikuti perkembangan kurikulum dan kebutuhan siswa. Koleksi buku meliputi buku fiksi seperti novel, cerpen, dan cerita inspiratif; buku nonfiksi seperti buku pelajaran, buku ilmiah populer, dan bacaan umum; serta buku referensi seperti kamus, atlas, dan buku rujukan lainnya.
Selain melengkapi berbagai sarana dan prasarana, sekolah juga tengah mengembangkan digitalisasi perpustakaan sebagai bentuk inovasi agar siswa semakin tertarik dan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan literasi nya.
“Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik bagi siswa dan guru. Kami ingin perpustakaan ini menjadi pusat informasi sekaligus sumber utama pembelajaran di sekolah,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa perpustakaan Vidhya Tama ini memiliki makna ilmu pengetahuan. Vidhya berarti ilmu, sedangkan Tama memiliki makna tangguh bermartabat.
”Perpustakaan sudah ada sejak sekolah berdiri. Hanya, terus kami kembangkan fasilitas, sarana dan prasarana pendukungnya,” jelasnya.
(Elm@n)












