Berita  

Jasa Penukaran Uang Baru di Kudus Bermunculan, Diperiksa Polisi Cegah Peredaran Uang Palsu

Oplus_131072

KUDUS – jursidnusantara.com Sejumlah penyedia jasa penukaran uang Baru di Kudus, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah atau Lebaran 2025, mendadak diperiksa Polisi. Pemeriksaan itu dilakukan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Satsamapta Polres Kudus saat melakukan Patroli pada Sabtu, 22 Maret 2025 pagi.

Masyarakat Datangi Jasa Tukar Uang Baru Di Alun-alun Simpang 7 Kudus

Salah satu yang diperiksa polisi yakni di Jalan Sunan Kudus. Sejumlah anggota Satsamapta Polres Kudus mendatangi para penyedia jasa penukaran uang baru di Kudus.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Samapta Polres Kudus menyisir berbagai lokasi jasa penukaran uang menggunakan sepeda motor. Setiap tempat dilakukan pemeriksaan secara teliti untuk memastikan tidak ada peredaran uang palsu.

Ketua Tim URC Sat Samapta Polres Kudus Ipda Wawan Mulyo Utomo menegaskan, patroli ini bertujuan mengantisipasi tindak kriminal dan menjaga ketertiban menjelang Lebaran 2025.

“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan uang baru yang diedarkan asli dan mencegah potensi terselipnya uang palsu. Kami juga mengimbau jasa penukaran uang agar lebih teliti dalam menerima uang dari masyarakat,” ujar Ipda Wawan.

Langkah patroli ke lokasi jasa penukaran uang baru merupakan bagian dari giat rutin untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama momen Lebaran 2025.

Pihak kepolisian terus menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan teliti pada saat melakukan penukaran uang.

Masyarakat diminta untuk memastikan keaslian uang yang mereka terima dan segera melapor, jika menemukan indikasi peredaran uang palsu.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, tidak hanya terhadap uang palsu, tetapi potensi kejahatan lainnya, jangan mudah tergiur dengan tawaran penukaran uang yang tidak jelas asal-usulnya,” pungkasnya.

Salah satu pelaku jasa penukaran uang baru, Reni Rahmawati, mengapresiasi langkah Polres Kudus yang melakukan pemeriksaan rutin.

Menurutnya, langkah ini memberikan rasa aman selama ia bekerja.

Reni memastikan uang yang ia edarkan adalah asli dan berasal langsung dari Bank Indonesia. Namun, ia tetap berhati-hati terhadap potensi masyarakat yang menukarkan uang palsu.

“Saya tetap hati-hati. Tahun lalu ada kejadian orang membawa uang palsu untuk ditukar. Itu jadi pengalaman penting buat saya,” kata Reni.

(Elm@n)