Mubarokfood Beri Apresiasi Dan Dukung Penuh KH Raden Asnawi Menjadi Pahlawan Nasional

KUDUSjursidnusantara.com Usulan pengajuan dan harapan dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, jajaran tim pengusul dan pengkaji kelayakan KH Raden Asnawi sebagai Pahlawan Nasional, Mubarokfood sangat mengapresiasi dan mendukung usulan tersebut.


Sosok KH Raden Asnawi dinilai sangat layak diusulkan untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Almarhum KHR Asnawi selain sebagai ulama kharismatik dengan keilmuan yang sangat mumpuni, KH R Asnawi adalah pejuang yang sangat anti terhadap kolonialisme atau penjajahan.

Direktur utama Mubarokfood H. Muhammad Hilmy mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung usulan penetapan KHR Asnawi sebagai Pahlawan Nasional.

Mengingat konsistensi KH R Asnawi dalam mengembangkan dakwah dan memegang teguh nilai nasionalisme. Bahkan dari berbagai sumber juga menceritakan perjuangan KHR Asnawi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di tingkat lokal, nasional dan internasional.

KH R Asnawi berjuang melawan penjajah meskipun tidak sampai mengangkat senjata. Beliau mampu mengobarkan semangat para santri dalam mengusir penjajah.

 

Lebih lanjut HM Hilmy menambahkan, salah satu alasan pengusulan agar KH Raden Asnawi mendapat gelar Pahlawan Nasional adalah karena kontribusi Kiai Asnawi dalam perjuangan kemerdekaan RI sangat besar. Selain mendukung kemerdekaan RI Kiai Asnawi Kudus sepanjang hidupnya tak pernah berhenti dalam upaya memajukan Islam di Indonesia melalui gerakan keagamaan dan kebangsaan.

“KH Raden Asnawi juga berperan dalam pendirian NU bersama para kiai generasi awal yang membidani kelahiran NU”, imbuhnya.

Spirit kebangsaan KH Raden Asnawi juga tertuang dalam Sholawat Asnawiyah yang merupakan karyanya, “Aman-aman-aman-aman, Indonesia Raya Aman”.

Bentuk nyata dukungan dan juga apresiasi Mubarokfood adalah adanya spot tentang biografi KH Raden Asnawi di ruang literasi Museum Jenang dan Gusjigang, bersama tokoh kharismatik dari Kudus lainnya, yaitu KH. M. Arwani Amin dan KH. Turaichan Adjhuri.

“Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan juga dakwah beliau, sejak awal pembukaan Museum Jenang dan Gusjigang Kudus telah menampilkan spot biografi KH Raden Asnawi di ruang literasi”, terangnya.

“Dengan tujuan agar generasi penerus tetap mengenal KH Raden Asnawi sebagai ulama kharismatik yang juga merupakan tokoh sentral pendiri dan penggerak Nahdlatul ‘Ulama (NU) pada tahun 1926 serta pendiri Madrasah Qudsiyyah Kudus yang merupakan madrasah salafiyah murni,” pungkasnya.

(Elm@n)

error: Content is protected !!