Desa  

Geger Gember…Korban Hanyut Di Sungai Desa Tajungsari Berhasil Diketemukan.

Pati, jursidnusantara.com || warga desa Tajungsari kecamatan Tlogowungu digegerkan dengan adanya penemuan mayat seorang laki – laki yang bernama Saripan berusia 50 tahun. Dia hanyut terbawa arus sungai pada tanggal 27 Februari 2023, setelah sehari semalam dicari,akhirnya pada hari selasa tanggal 28 februari 2023 sudah berhasil di ketemukan.

Korban dalam pusaran air sungai

Berdasar kesaksian Mardi, bermula korban yang bernama Saripan warga desa Brito kecamatan Tlogowungu kabupaten Pati yang bekerja mengambil rumput di tepi sungai antara desa Gunungsari dan desa Krisek. Karena keadaan langit mendung dan hujan tidak berhenti berhari – hari, akhirnya Mardi (60 tahun) warga desa Krisek mengajak untuk pulang bersamaan lewat desa Krisek, tetapi Saripan tidak mau karena perjalanan terlalu jauh.

Read  Ngalap Berkah di Haul ke 383 Syeh Jangkung

Lebih lanjut Mardi berkata, “Di saat saya ngomong sama Saripan kalau banjir sudah mulai datang, dan deras air sungai, malah Saripan sudah tidak ada di tepi sungai, akhirnya saya minta tolong sama warga Krisek untuk minta bantuan, supaya ada yang memberi tahukan keluarga Saripan” , kenang Mardi.

Lanjut Mardi, “Selang beberapa waktu keluarga dan tetangga – tetangga Saripan dikasih tahu, akhirnya ada juga yang membuat laporan ke Polsek juga, tetapi sampai pada selasa kemarin Saripan baru bisa ditemukan yang jaraknya tidak jauh dari tempat dia menyeberang,dengan keadaan yang sudah kaku dan tak bernyawa”, imbuhnya.

Read  Optimalkan Pelayanan Publik, Bupati Samosir Ngantor di Desa Simbolon Purba.

Dari temuan tersebut , spontan membuat warga panik dan saling bantu – membantu untuk mengevakuasi jenazah tersebut,karena medan sangat licin dan berbahaya disebabkan hujan tidak berhenti juga. Medan juga tidak bisa dilalui dengan naik sepeda motor atau kendaraan lain.

Akhirnya warga desa Brito dan Krisek bergotong – royong bergantian guna membawa jenazah sampai ke rumahnya tepatnya desa Brito.

Kesedihan keluarga tidak bisa terbendung lagi, mereka tidak pernah menyangka bahwa mereka akan kehilangan salah satu keluarganya begitu cepatnya. Sehari yang lalu masih berkumpul bersama dan pamitan buat ngarit (mencari rumput) untuk makan ternak. Dengan duka mendalam keluarga harus mengikhlaskan kepergiannya.

Read  PEMDES GABUS adakan Pentas Seni peringati HUT RI ke 77

Reporter ( Arikha)

error: Content is protected !!