GROBOGAN jursidnusantara.com – Musibah kebakaran menimpa rumah limasan milik Ismail (70), warga Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Minggu (1/6/2026). Rumah berbahan kayu jati tersebut hangus dilalap si jago merah saat pemilik sedang berada di sawah.
Peristiwa kebakaran itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Kepulan asap pertama kali diketahui oleh seorang saksi mata bernama Gudel Ahmad Kusnin (51) yang saat itu tengah beraktivitas di area persawahan tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Melihat adanya api, saksi langsung berlari menuju rumah korban sambil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar,” ujar Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto.
Mendapat laporan dari warga, jajaran Polsek Purwodadi langsung bergerak cepat menuju lokasi bersama petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan dan pengamanan di tempat kejadian perkara (TKP).
Besarnya kobaran api dipicu material bangunan rumah yang didominasi papan kayu jati dengan rangka campuran kayu dan bambu. Kondisi tersebut membuat api dengan cepat melalap hampir seluruh bagian rumah.
“Bangunan rumah terbuat dari papan kayu jati dengan rangka campuran kayu dan bambu serta beratapkan genteng sehingga api cepat membesar saat kebakaran terjadi,” terang AKP Siswanto.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum akhirnya dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berhasil mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Berdasarkan hasil olah TKP sementara, polisi menduga kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik atau korsleting. Dugaan tersebut diperkuat dengan keterangan korban yang mengaku instalasi listrik di rumahnya memang sering mengalami gangguan.
Selain itu, aliran listrik rumah korban diketahui masih menyambung dari rumah lain yang berada di bagian depan. Saat kejadian berlangsung, korban dipastikan tidak sedang memasak maupun menyalakan sumber api lainnya.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh isi rumah seperti lemari, tempat tidur, peralatan elektronik, hingga uang tunai sekitar Rp7 juta ikut ludes terbakar.
“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp55 juta,” kata AKP Siswanto.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak layak. Warga diminta rutin memeriksa kondisi kabel dan sambungan listrik demi mencegah kejadian serupa.
Pujiono












