KUDUS – jursidnusantara.com Tradisi sedekah bumi, kembali digelar di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan penuh dengan syarat dan makna.
Rangkaian acara ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur warga terhadap anugerah bumi. Juga sebagai upaya menjaga warisan budaya, atau kearifan lokal yang harus diuri-uri, agar tetap hidup di tengah arus zaman.
Kepala Desa Jati Wetan, Agus Susanto mengatakan, tahun ini perayaan sedekah bumi dilangsungkan dengan nuansa religius. Serta budaya yang kental, dan melibatkan seluruh warga desa secara aktif. Ada 2.000 peserta yang terlibat langsung dalam kitab tahun ini.
“Kegiatan sedekah bumi atau apitan dimulai dengan khotmil Qur’an pada Kamis (30/4) Sebagai pembuka rangkaian acara. Setelah itu pada Jum’at (1/5) pembagian 3.000 nasi jangkrik yang dibagikan seluruh warga. Sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan,” kata Agus Susanto pada Ahad, 3 Mei 2026.

Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai gotong royong, serta solidaritas yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. Puncak acara pada Minggu (3/5/2026) dengan menggelar kirab budaya. Dimana ini menjadi ajang unjuk kekayaan tradisi dan kreativitas warga.
“Alhamdulilah ada 40 kontingen dari berbagai RT mengikuti kirab budaya, tercatat peserta kirab ada 2.000. Mereka tampak semangat dan antusias mengikuti kegiatan tahunan ini.
Lebih lanjut Agus menambahkan, bahwa seluruh elemen masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua, tampil mengenakan pakaian adat. Serta membawa berbagai simbol budaya yang mencerminkan identitas lokal. Desa dipenuhi warna-warni ornamen dan iring-iringan kesenian yang menyemarakkan suasana.
“Bagi masyarakat Desa Jati Wetan, sedekah bumi merupakan ruh desa yang harus tetep terjaga keharmonisanya. Selain menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus oleh zaman.
“Momentum tersebut menjadi sarana paling efektif untuk menjalin komunikasi dan mempererat tali silaturrahmi antar warga,” imbuhnya.
Agus juga menjelaskan, bahwa bumi ini titipan yang patut dijaga dan disyukuri. Kegiatan ini cara kita untuk selalu ingat, dari mana kita berasal. Sekaligus berbuat baik terhadap alam dan sesama.
“Semoga Desa Jati Wetan menjadi desa yang makmur, aman, damai, dan sejahtera gemah ripah loh jinawi,” pungkasnya.
(Elm@n)












