PATI, Jursidnusantara.com – Konflik antara warga Dukuh Tegal Bale, Desa Gunungpanti, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, dengan kepala dusunnya akhirnya berakhir damai setelah Kadus Tegal Bale, Hadi Nasution, kembali memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. (24/04)
Hadi Nasution mengaku memilih jalan damai demi menjaga kondusivitas desa dan menghindari konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Kalau dibilang eman eman, tidak saya pungkiri, mungkin Tuhan alihkan rejeki saya di tempat lain, lebih baik saya mengundurkan diri saja agar Desa Gunungpanti kembali kondusif,” ujar Hadi Nasution.
Hadi Nasution diketahui merupakan perangkat Desa Gunungpanti yang telah menjabat sebagai Kepala Dusun Tegal Bale selama kurang lebih 25 tahun.
Keputusan pengunduran diri tersebut disebut sebagai langkah untuk meredam ketegangan yang sempat terjadi antara dirinya dengan sejumlah warga. Setelah terjadi konflik mengubdurkan diri dan hari berikutnya membatalkan pengunduran diri. Namun menurutnya setelah melalui pemikiran mendalam, mengajukan kembali pengunduran diri. Dengan keputusan itu, diharapkan suasana di lingkungan Dukuh Tegal Bale kembali harmonis dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal seperti sediakala.
Salah satu tokoh masyarakat Dukuh Tegal Bale, Wiji, menegaskan bahwa keputusan pengunduran diri tersebut murni atas kesadaran pribadi Hadi Nasution dan bukan karena paksaan warga.
“Dari awal kami hanya memberikan pilihan, apakah tetap melanjutkan tugas dengan baik atau memilih mengundurkan diri. Dan beliau akhirnya membuat surat pengunduran diri atas kemauan sendiri,” kata Wiji.
Ia juga membantah adanya tekanan dari warga terkait keputusan tersebut. Menurutnya, warga justru berharap persoalan yang terjadi dapat segera selesai secara baik-baik agar situasi desa kembali tenang.
Wiji menambahkan, dalam musyawarah yang berlangsung sebelumnya, sejumlah warga bahkan disebut bersedia membantu menyelesaikan persoalan pribadi yang dihadapi Hadi Nasution, termasuk terkait kewajiban di pihak perbankan.
“Teman-teman warga pada prinsipnya bersedia membantu menutup kewajiban atau utang-utangnya kalau memang itu menjadi jalan terbaik,” ujarnya.
Sebelumnya, konflik internal di lingkungan desa tersebut sempat menjadi perhatian warga karena memunculkan ketegangan antara sebagian masyarakat dengan perangkat desa.
Meski demikian, penyelesaian secara damai melalui pengunduran diri dianggap menjadi solusi terbaik demi menjaga stabilitas dan kerukunan warga di Desa Gunungpanti, Kecamatan Winong.












