KUDUS – jursidnusantara.com Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Thoriqul Jannah yang terletak di RT 04 RW 02 di Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus menerima santri putra dan santri putri tidak hanya dari anak yatim piatu.
Ketua Yayasan Ponpes Tahfidz Thoriqul Jannah Pranoto, SE., mengatakan, bahwa Ponpes Tahfidz Thoriqul Jannah menerima santri putra dan putri tidak hanya dari para yatim piatu saja. Kami juga membuka pendaftaran warga sekitar Desa Gamong, bahkan menerima santri dari luar Kabupaten Kudus.
“Ponpes Tahfidz Thoriqul Jannah Kudus menerima santri putra dan putri tidak hanya yatim dan piatu, kami juga menerima santri dari luar daerah Kudus dan sekitarnya,” kata Pranoto seusai do’a bersama pada Selasa malam, 6 Mei 2025.
Keberadaan Ponpes ini, selain sebagai wadah pembelajaran nilai-nilai keislaman dan kemasyarakatan juga punya peran yang sangat signifikan bagi wilayah setempat.
“Selain mengajarkan ilmu agama, Ponpes ini dinilai mampu merubah citra Desa Gamong di mata masyarakat ke hal yang lebih positif,” terangnya.

Lebih lanjut Pranoto yang juga sebagai wakil ketua Komisi C DPRD Kudus menambahkan, bahwa awal mula berdirinya Ponpes ini bermula dari cita-cita kami untuk memberikan pendidikan geratis kepada para santri yatim piatu.
Memang ada kekhususan bagi para santri yatim piatu, mereka akan memperoleh pendidikan mulai dari jenjang pendidikan SD hingga ke perguruan tinggi secara geratis tidak dipungut biaya.
“Berdirinya Ponpes Tahfidz Thoriqul Jannah mampu merubah pandangan orang terhadap Desa Gamong. Dimana Desa Gamong mendapat stigma yang kurang baik, namun dengan adanya Ponpes ini mampu merubah stigma tersebut.
“Berdirinya Ponpes ini bisa menjadikan Desa Gamong yang agamis, karena dulu-dulu desa Gamong mendapat stigma negatif dari masyarakat. Semoga keberadaan Ponpes ini bermanfaat bagi masyarakat Kudus dan seluruh warga Indonesia,” imbuhnya.

Dizaman yang seperti sekarang ini, pendidikan ala Ponpes, ilmu agama sangatlah perlu diperoleh bagi generasi muda penerus perjuangan bangsa.
Apalagi saya melihat, perkembangan teknologi, dan pergaulan anak generasi melenial akan mampu menggerus karakter anak-anak apabila tidak dilandasi dengan ilmu agama yang kuat.
“Saya melihat degradasi moral anak bisa rusak jika salah pergaulan,” ujarnya.
Selain itu, kesibukan kedua orangtua dalam mencari nafkah dan tak sempat mendidik anak secara langsung adalah salah satu faktor.
Ponpes Thoriqul Jannah berkomitmen untuk mendidik para santri menjadi pribadi yang soleh, solehah, serta bermanfaat bagi keluarga, dan bangsa.
Untuk mengurangi rasa jenuh setiap akhir bulan para santri akan diajak jalan-jalan keluar Ponpes, tujuannya untuk refreshing.
”Tentunya jalan-jalan yang bermanfaat, seperti berziarah makam waliyullah atau melihat hewan-hewan dan melihat pemandangan alam,” pungkasnya.
(Elm@n)












