Warga Grobogan Keluhkan Dampak Pengelolaan Hutan Jati

Grobogan, jursidnusantara.com  5 April 2026 – Penebangan hutan di wilayah Kabupaten Grobogan kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Aktivitas penebangan kayu jati yang dilakukan oleh dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya bencana banjir dan tanah longsor, khususnya di wilayah dan sekitarnya.

Warga mengaku resah. Dalam beberapa tahun terakhir, intensitas banjir disebut semakin sering terjadi dan berdampak hingga ke desa-desa yang berada di sekitar kawasan hutan yang ditebang.

“Dulu tidak separah ini. Sekarang setiap musim hujan, banjir datang terus,” ungkap salah satu warga setempat dengan nada kecewa.

Tak hanya banjir, ancaman tanah longsor juga mulai menghantui masyarakat. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dekat area penebangan.

Seorang warga bernama Pujiono menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai penebangan hutan tanpa kontrol yang ketat hanya akan memperparah kerusakan lingkungan.

“Kami sangat menyayangkan penebangan ini. Dampaknya sudah jelas, banjir dan longsor makin sering. Kami berharap hutan bisa dijaga, jangan ditebangi lagi,” tegasnya.

Masyarakat pun mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah konkret dalam menjaga kelestarian hutan. Mereka khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, bencana yang lebih besar akan mengancam wilayah Grobogan di masa mendatang.


Pujiono

error: Content is protected !!