KUDUS – jursidnusantara.com Hujan deras yang mengguyur kawasan Pegunungan Muria sejak Kamis siang (4/12/2025) membawa dampak serius bagi wilayah hilir.
Sungai piji yang melintasi Desa Kesambi, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus dipenuhi tumpukan sampah bambu dan limbah rumah tangga kiriman hingga menyebabkan sebuah jembatan penghubung ambrol, akses warga pun terputus.

Kepala Desa Kesambi, Mohamad Masri mengatakan, bahwa kejadian longsornya jembatan terjadi sekira pukul 13.40 WIB. Di mana ketika itu, Desa Kesambi diguyur hujan deras selama setengah jam sejak pukul 11.00-11.30 WIB.
“Pada pukul 12.50 WIB banjir datang, karena yang datang sampahnya sangat luar biasa (banyak), padahal dari Pemdes Kesambi belum sampai tiga pekan ini sudah membersihkan sampah yang menumpuk, arusnya menggerus pondasi, maka dari itu terjadi longsor dan jembatan miring dan nyaris roboh,” katanya.
Akibatnya, jembatan saat ini tidak lagi bisa menjadi akses bagi warga setempat. Saat ini kondisi jembatan bahkan terlihat miring, dari sebelah barat naik dan sebelah timur turun.
Pihaknya saat ini telah memberikan batas, agar jembatan tidak dilalui oleh masyarakat. Hal itu dilakukan demi untuk memberikan keselamatan bagi warga sekitar.
“Penanganan sementara saat ini agar tidak menjadikan musibah ke masyarakat. Sehingga kita kasih rambu-rambu agar warga tidak lewat jembatan tersebut,” ujarnya.

Masri juga menjelaskan, saat ini Pemdes Kesambi sudah melakukan koordinasi dengan pihak PUPR dan BPBD Kudus untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Ia mengaku siap apabila diperbantukan untuk membersihkan sampah yang ada.
“Volume sampah lebih dari 40 unit dam truk kalau diambil. Satu truk dibuat rata-rata 5 kubik jadinya sekitar 200 kubik sampah, apalagi kayunya besar-besar,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, jembatan ini dibangun pada tahun 1981 itu memang sudah lama. Kedepannya kami berharap dibangun tanpa pilar ditengah, agar aliran air bisa mengalir lancar ke hilir tanpa hambatan.
Diketahui, panjang jembatan yang mengalami ambles tersebut sekitar 20 meter dengan lebar 2 meter. Jembatan tersebut menghubungkan dua RW, yang mana RW 3 menjadi RW yang paling terdampak karena akses jalannya terdekat dari jembatan tersebut.
“Akses tidak ada masalah. Cuma karena sudah terbiasa bahwa di Jembatan 1 ini memang menjadi akses penghubung yang paling dekat, jadi agak repot,” pungkasnya.
(Elm@n)












