KUDUS – jursidnusantara.com Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Thoriqul Jannah yang terletak di Desa Gamong RT 04 RW 02, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah punya keinginan agar para santri nantinya bisa siap langsung terjun Di masyarakat.

Pranoto, SE., Ketua Yayasan Ponpes Tahfidz Thoriqul Jannah, mengatakan para santrinya ditempa dan dibekali berbagai pelajaran saat di Ponpes dengan ilmu umum dan ilmu agama agar mereka nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satunya ilmu yang didapat dari madrasah atau sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/Aliyah bahkan hingga ke perguruan tinggi. Mereka juga mendapat pelajaran di Ponpes, hal ini kandung maksud, agar para santri setelah lulus dari Pondok punya bekal kehidupan saat tua nanti.
“Kami berkomitmen untuk mewujudkan para santri setelah lulus dari Ponpes Tahfidz Thoriqul Jannah mereka bisa hidup dan berdaya saing dengan masyarakat dan ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi umat,” kata Pranoto kepada media Jurnal Sidak Nusantara.com pada Senin, 5 Mei 2025.
Lebih lanjut Pranoto menambahkan, bahwa yayasan Ponpes yang kami kelola ini geratis tidak dipungut biaya.
Kami berharap pelajaran dan ilmu kehidupan diberikan untuk menanamkan nilai kepesantrenan. Diharapkan para santri punya karakter yang hebat dan mental kuat.
“Para santri disini punya berkarakter kuat dan yang terpenting adalah punya tingkah laku dan akhlak yang mulia serta terhomat,” imbuhnya.
Pranoto yang juga sekaligus sebagai wakil ketua Komisi C DPRD Kudus menambahkan, keinginannya nanti para santri punya jiwa sebagai entrepeneur dan punya pribadi yang kuat serta dapat bermafaat bagi sesama.
Dirinya punya visi-misi Ponpes Tahfidz Thoriqul Jannah dapat mencetak para santri dan generasi bangsa yang mempunyai keilmuan agama yang baik dan mereka juga gemar bersedekah.
Para santri juga diharapkan menjadi generasi Qur’ani yang mandiri, unggul, tangguh dan visioner.
“Ponpes ini didirikan untuk mewujudkan pendidikan berbasis Iqomatul Wujub Wa Ihyaussunah,” terangnya..
Politisi muda fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, bahwa Ponpes tersebut berasal dari dana pribadi, bukan berasal dari dana aspirasi.
Terkait fasilitas pendidikan yang diberikan juga terbilang mumpuni dan menunjang bagi santri. Ponpes ini memiliki fasilitas, kamar tidur buat para santri, dapur, ada 11 kamar mandi, punya lapangan olahraga, tempat pembibitan ikan untuk melatih wirausaha, dan 2 mobil untuk fasilitas antar jemput bagi para santri untuk sekolah.

Penerapan metode dalam Ponpes hufadz Thoriqul Jannah bagi para santri hafalannya dikemas agar para santri nyaman dan mudah untuk menghafal Al-Quran. Metode hafalan ini dilakukan sistem mengaji sehari tiga kali, mulai pagi, sore, dan malam.
Khusus di waktu sore hari, para santri membuat hafalan baru. Sementara pagi dan malam hari mengulang hafalan mereka. Untuk metode menghafal seperti umumnya satu ayat di ulang-ulang sampai bener benar hafal.
Perlu diketahui, bahwa pendirian Ponpes Hufadz Thoriqul Jannah sesuai dengan cita-cita Pranoto yang ingin mendirikan Ponpes untuk anak yatim piatu.
Kondisi santri yatim piatu adalah bagian generasi penerus masa depan bangsa. Sekaligus mengimplementasikan cita-cita sang Proklamator RI, Bung Karno.
Para santri yang berada di Ponpes ini, adalah yatim piatu dan kami harapkan mereka dapat memperoleh pendidikan yang layak. Mereka bisa mengenyam pendidikan mulai dari SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/ Aliyah bahkan nantinya hingga perguruan tinggi.
“Monggo kami persilahkan kepada bapak, ibu warga Kudus, Jepara, Demak, Semarang, bahkan luar Provinsi silahkan mondok di Ponpes Tahfidz Thoriqul Jannah Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, semuanya geratis, tidak dipungut biaya sepeserpun,” pungkasnya.
(Elm@n)












