Berita  

Bupati Kudus; Optimalisasi APBD Bukan Sekadar Efesiensi, Tapi Refleksi Dan Introspeksi Pengelolaan Anggaran Tepat Sasaran

KUDUS – jursidnusantara.com Ratusan Kepala Daerah (Kada) seluruh Indonesia setelah pelatikan di Istana Negara Jakarta pada (20/2/2025) yang lalu. Kemudian Kepala Daerah tersebut mengikuti rangkaian orientasi atau Retret Kepala Daerah (Kada) di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21-28 Februari 2025.

Salah satu peserta yang mengikuti Retret adalah Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Dalam kegiatan tersebut, para Kepala Daerah menerima materi dari berbagai narasumber, salah satunya materi dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, bahwa materi dari Menteri Keuangan Sri Mulyani sangat relevan dalam tata kelola keuangan daerah.

“Optimalisasi APBD bukan sekadar efisiensi, tetapi juga bagian dari refleksi dan introspeksi dalam mengelola anggaran daerah agar tepat sasaran,” kata Sam’ani pada Selasa, 25 Februari 2025.

Menurutnya belanja daerah harus lebih berkualitas dan sesuai perencanaan yang matang. Pemerintah pusat mengingatkan bahwa anggaran tidak hanya harus terserap, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Jadi materi yang diberikan Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi bekal berharga dalam menjalankan roda pemerintahan di Kudus.

“Kami akan mengadopsi strategi yang telah disampaikan, utamanya dalam meningkatkan efektivitas belanja daerah dan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

Sam’ani juga menegaskan, bahwa efisiensi anggaran dilakukan secara wajar dan sesuai kebutuhan. Menurutnya, efisiensi bukan hanya sekadar mengurangi belanja. Melainkan mengalokasikan anggaran dengan lebih cermat agar berdampak maksimal bagi masyarakat.

“Dalam upaya optimalisasi anggaran, skala prioritas dalam belanja daerah harus ditetapkan dengan jelas. Anggaran harus difokuskan pada pelayanan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat, sementara kegiatan yang dianggap tidak perlu dapat ditekan untuk menghemat pengeluaran,” jelasnya.

Menurutnya, bantuan dari pihak tanggung jawab dari perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) bisa menjadi salah satu sumber pendanaan tambahan untuk program-program yang mendukung kesejahteraan masyarakat tanpa membebani APBD.

“Kita harus siap menghadapi berbagai perubahan dan tantangan, oleh karenanya dengan perencanaan yang baik, transparan, dan kerja sama yang kuat, akan selalu ada solusi,” terangnya.

Hingga hari ke-3 mengikuti retreat, Sam’ani mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga. Banyak pengalaman yang didapat, terutama dalam memperkuat kebersamaan dan koordinasi antar kepala daerah.

“Kegiatan Retreat ini, sangat bermanfaat dalam menyesuaikan dan menyinergikan visi serta misi Pemerintah Pusat dengan daerah. Sinergi yang baik antara pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati menyampaikan materi tentang pengelolaan anggaran kepada para kepala daerah peserta retret di Akademi Militer Magelang. Dia mendapat giliran mengisi materi pada Ahad, 23 Februari 2025 malam.

Materi yang disampaikan mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan peranannya terhadap pengelolaan keuangan negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” katanya.

Dengan materi itu, Sri Mulyani berharap, program-program para kepala daerah selanjutnya akan bisa berkontribusi terhadap tujuan-tujuan nasional.

“Apakah itu dari sisi pertumbuhan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja, dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap kepala daerah terus bersinergi dan berkoordinasi agar penggunaan APBN dan APBD bisa optimal.

“Banyak pertanyaan terkait Inpres, termasuk efisiensi, karena dalam hal ini daerah juga harus berkontribusi,” terangnya

(Elm@n)