Rembang, jursidnusantara.com Aktivitas tambang batu andesit di Desa Lemahputih, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah seakan kebal hukum meski banyak menimbulkan banyak keluhan masyarakat. Demi keuntungan segelintir orang, dengan mengabaikan kepentingan masyarakat banyak, galian batu tersebut tetap melenggang tanpa tersentuh hukum.

Dari penelusuran awak media, pemilik Galian batu yang merusak lingkungan tersebut bernama Ridwan, mengakibatkan jalan penghubung Kecamatan Sedan – Pancur rusak parah. Selain merusak fasilitas umum, keberadaan tambang tersebut juga dirasa warga masyarakat di lima Desa yang dilalui kendaraan pengangkut material tambang merasa terganggu.
“Punyanya Ridwan mas, sudah berijin kok ,” kata penjaga (ceker) saat ditemui awak media di lokasi tambang. Di banner yang terpasang di pos penjagaan tertulis ijin dari Kantor pelayanan terpadu satu pintu provinsi Jawa Tengah nomor 543.32/643 tahun 2020 atas nama CV RESTU BUMI.
Salah satu warga desa tetangga yang terkena dampak pernah menyampaikan keluhannya terkait tambang tersebut, Agus Sugiharto salah satu tokoh masyarakat yang merasa terdampak menuturkan, “Selain mengakibatkan jalan penghubung Kecamatan rusak parah, aktivitas tambang batu andesit di Desa Lemahputih juga sangat menggangu masyarakat,” ungkapnya di web desa Sambong.
Lanjut Agus, “Warga di 5 Desa yang dilalui kendaraan pengangkut material tambang banyak yang mengeluh karena debu dan waktu aktivitas tambang yang tidak menggunakan aturan.” keluhnya.
“Lima Desa terdampak atas aktivitas tambang batu andesit itu, adalah Desa Lemahputih, Kumbo, Dadapan, sambong, dan Bogorejo Kecamatan Sedan. “
“Banyak sekali kendaran lalu lalang sampai malam, keluhan warga yaitu mengenai debu, muatan lebih dari tonase, jam beraktivitas, dan jalan yang rusak parah.” kata Agus Sugiharto.
Hal senada disampaikan warga yang tinggal disekitar lokasi tambang, “Tambang itu memang sangat mengganggu mas, namun seakan kebal hukum, sudah pernah dilaporkan juga hingga ke aplikasi laporgub namun seperti ada backing yang kuat,” Ungkap warga yang tidak mau dipublikasi namanya.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pernah mengatakan bahwa galian C memang penuh para Gali, pernyataan tersebut seakan membetulkan kondisi di lapangan saat ini
/Tim
















