KEBUMEN jursidnusantara.com – Operasional dapur program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jabres, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, menuai keluhan warga terkait kondisi pengelolaan limbah yang dinilai belum optimal.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan saluran drainase pembuangan limbah dalam kondisi tersumbat oleh material padat seperti sampah, puing bangunan, kayu, dan dedaunan. Akibatnya, aliran air limbah tidak berjalan lancar dan sempat menggenang di sekitar area fasilitas.
Produksi Tinggi, Pengelolaan Dipertanyakan
Fasilitas dapur tersebut diketahui memproduksi sekitar 1.400 lebih porsi makanan setiap hari. Namun, kondisi drainase yang tidak berfungsi optimal memunculkan kekhawatiran terkait pengelolaan limbah dari aktivitas produksi tersebut.
Sejumlah warga di sekitar lokasi menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampak lingkungan, terutama terkait kemungkinan pencemaran air tanah.
“Kami khawatir limbahnya meresap ke sumur warga,” ujar salah satu warga setempat.
Sistem IPAL Masih Manual
Pengelola mengakui bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi masih dioperasikan secara manual. Rencana peningkatan ke sistem yang lebih modern disebut masih dalam proses, namun terkendala faktor teknis.
Pihak penanggung jawab lapangan menyebutkan bahwa keterbatasan tenaga teknis menjadi salah satu hambatan dalam percepatan perbaikan sistem pengolahan limbah.
Warga Minta Perbaikan Segera
Meski program dapur gizi dinilai memberikan manfaat, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal, warga berharap pengelolaan lingkungan juga menjadi perhatian utama.
Mereka mendesak adanya langkah konkret, seperti pembersihan saluran drainase serta peningkatan sistem IPAL agar sesuai dengan standar pengelolaan limbah.
Perlu Pengawasan dan Standar Lingkungan
Pengelolaan limbah dari kegiatan produksi makanan dalam skala besar dinilai perlu mengikuti standar yang berlaku, termasuk dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Hingga saat ini, aktivitas produksi dan distribusi makanan dari dapur tersebut masih berjalan, sementara upaya perbaikan pengelolaan limbah menjadi perhatian warga sekitar.
Penulis: Waluyo












