GROBOGAN | jursidnusantara.com – Ketua PWI LS Grobogan, Gus Jibril, menegaskan bahwa organisasinya tidak pernah berniat membubarkan kegiatan pengajian maupun sholawatan yang diselenggarakan masyarakat.
Menurut Gus Jibril, instruksi yang diberikan kepada anggota hanya meminta agar Habib Bidin Assegaf tidak tampil dalam acara tersebut, bukan untuk menghentikan kegiatan keagamaan secara keseluruhan. Pernyataan itu disampaikannya sebagaimana dilansir RMOL Jateng pada 21 Juli 2026.
Ia juga menduga kericuhan yang terjadi di lokasi bukan dilakukan oleh anggota PWI LS. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan terdapat pihak lain yang memanfaatkan situasi untuk menjadikan organisasinya sebagai kambing hitam.
“Kami tidak pernah menginstruksikan pembubaran pengajian ataupun sholawatan. Jika terjadi kericuhan, kami menduga ada pihak lain yang memanfaatkan situasi,” ujar Gus Jibril.
Karena itu, ia mengimbau seluruh anggota PWI LS agar tidak terpancing provokasi dan tetap menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami mengajak seluruh anggota untuk menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.
Sementara itu, pihak-pihak lain yang terkait dengan peristiwa tersebut belum memberikan tanggapan dalam berita ini. Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.












